Ini Rahasia Ignasius Jonan Membangkitkan Bisnis Kereta Api Indonesia

Sejarah kereta api di Indonesia dimulai sejak 17 Juni 1864, ketika dimulai pembangunan rel kereta api antara Kamijen (Semarang Timur) dan Tanggung (Grobogan, Jawa Tengah). Rel ini baru digunakan tiga tahun kemudian. Tetapi, kenapa Hari Kereta Api Indonesia jatuh pada 28 September? Selama penjajahan Belanda dan Jepang kereta api dikuasai mereka. Baru ketika Indonesia merdeka, para pekerja kereta api mengambil alih penguasaan pengoperasiannya dari Jepang. Pengambilalihan kekuasaan itu terjadi pada 28 September 1945.

Pusta Hery Kurnia - kai

Tahun ini, kereta api Indonesia berusia 69 tahun. Ada banyak perubahan yang signifikan terutama sejak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dikomandoi Ignasius Jonan. Di bawahnya, pembenahan dilakukan. Yang paling nyata adalah, naik kereta kini jauh lebih nyaman. Tak ada lagi penumpang berdiri di kereta jarak jauh karena tak kebagian tempat duduk. Seperti apa perubahan yang dilakukan Jonan? Beberapa waktu lalu Majalah LuarBiasa mewawancarai Ignasius Jonan, Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI). Berikut petikannya:

Majalah LuarBiasa : Perubahan kereta api sangat luar biasa. Perubahan apa yang sesungguhnya Anda  lakukan?
Ignasius Jonan: Saya nggak motivasi orang. Kalau kapasitas nambah terus, asal pelayanan makin baik pasti penumpangnya naik. Jadi, saya nggak mau banyak omong. Sebab, kalau diucapkan nggak akan kelihatan, Anda harus lihat sendiri.

Kunci suksesnya apa?
Karena kami sebagai operator makin tertib, maka orang juga bisa tertib. Dulu kan begini, misalnya dulu tidak mungkin orang diperiksa KTP saat mau naik kereta. Saya bilang harus bisa. Kedua, penumpang ekonomi, harus ada tempat duduk, terbukti bisa. Jadi, sebenarnya masyarakat itu bisa diatur, hanya kita nggak mau ngatur. Jadi, semua sekarang serba diatur. Semua harus punya tiket. Kalau tempat duduk penuh, ya nggak dijual. Kalau nggak kebagian tiket, ya naik kendaraan lain, kok susah.

Pusta Hery Kurnia - ignasius-jonan-stakeholders 2

Dulu katanya sempat menolak saat diberi mandat menjadi Dirut KAI?
Saya mengatakan tidak mampu, bukan menolak. Yang nunjuk ngotot, ya gimana lagi? Saya sudah omong nggak ngerti transportasi. Jadi, di awal saya memang nggak yakin. Tapi kalau saya terima amanah, saya kerjakan sampai mati, semampu saya, dan itu maksimal sekali.

Lalu, apa yang Anda lakukan pertama kali saat mulai menerima mandat tersebut?
Orang itu yang sering jadi jebakan adalah pikirannya kemauan dia sendiri. Saya nggak pernah. Saya masuk, lihat dulu, lihat bagaimana di sana. Jadi nggak ada bayangan saya sendiri nanti mau ngapain. Dua minggu pertama guru saya semua direktur, dua jam setiap hari mereka omong, saya mencatat.

Apa saja yang dibenahi?
Di KAI itu waktu saya masuk, ini organisasi yang menurut saya cukup feodal, sudah ketinggalan zaman. Kedua, kok ini organisasinya bikin kelompok-kelompok sendiri. Lalu perasaan saya anak-anak muda yang di akar rumput kok omong nggak ada tata krama, ini berarti di atas nggak ada contoh baik. Pemimpin itu kalau tidak bisa ngurusi anak buah itu ada dua hal, satu memang orang itu nggak bisa mimpin, kedua dia itu banyak dosanya. Jadi harus diperbaiki manusianya.

Organisasi ini dibuat untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan sendiri. Jadi kalau memang butuh dibesarkan organisasinya ya harus disesuaikan. Sehingga, saya perbaiki manusianya. Itu tujuannya bukan seleksi orang, tapi mengirimkan signal kalau kelompok-kelompokan itu saya nggak mau. KAI itu mandornya cuma satu, saya sendiri.

Lalu, saya ini dulu orang perbankan, tapi bukan juru tulis, melainkan ngurusin bisnisnya. KAI dengan perbankan ini sama-sama industri jasa, industri pelayanan. Substansinya sama. Maka saya katakan, organisasi ini harus melayani pelanggan, customer oriented.

Kultur baru apa yang ditularkan untuk memperbaiki karyawan?
Saya kalau salah, saya minta maaf. Upacara 500 orang berdiri di depan, saya minta maaf. Manusia kok, wajar berbuat salah, banyak sekali salah saya sampai sudah lupa. Makanya, saya marah kalau ada orang yang sudah salah tidak ngaku. Saya kira kultur paling buruk kita adalah sulit minta maaf dan sulit berterima kasih. Orang itu beda loh, kalau hatinya baik. Kalau ucap terima kasih kepada orang, yang nerima dan yang mengucapkan itu pasti enak. Juga soal minta maaf.

Dengan berbagai pembenahan yang sukses dijalankan, rencana apa lagi yang hendak dilakukan untuk memperbaiki KAI?
Kalau ada rencana saya nggak mau cerita buat Anda, nggak ada untungnya buat saya. Saya paling tidak suka cerita rencana pada media. Karena Anda juga nggak akan bisa bantu saya kalau rencana gagal. Ya sudah, saya jalankan, kalau sudah jalan saya undang Anda, jadi nggak banyak janji. Kalau Anda tulis, ini Dirut KAI janji begini, terus nggak terealisasi, kan nggak enak.

Source: http://www.andriewongso.com

 

Advertisements

2 thoughts on “Ini Rahasia Ignasius Jonan Membangkitkan Bisnis Kereta Api Indonesia

  1. Betul sekali pak David. Kita perlu support dan doakan anak bangsa seperti Pak Jonan. Supaya terus kuat berjuang bagi perbaikan Indonesia. Sukses untuk pak David.

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s