Habit of Highly Rich People

Pusta Hery Kurnia - Brian Tracy

Kebiasaan adalah sesuatu yang Anda lakukan berulang-ulang, terus menerus, sehingga tidak perlu mikir keras pun Anda sudah bisa lakukan dengan benar. Ketika saya kuliah di UPI Bandung, saya setiap hari selalu lewat Jalan Abdul Rivai terus belok ke cipaganti. Suatu ketika saya harus mampir ke rumah teman di Jln Dr Cipto. Saya jalan lewat Abdul Rivai, tanpa sadar saya langsung belok ke arah Cipaganti. “Lho saya kan mau mampir dulu, kenapa jadi belok lewat sini? Kan harusnya lurus tadi ya. Haduh..” Ini namanya kebiasaan, habit. Sudah otomatis. Saking biasanya, Anda tidak perlu mikir untuk melakukan.

Tahukan Anda bahwa setiap orang mengembangkan habit tertentu? Teman saya sering bilang “kalau habis makan itu rasanya kurang nikmat kalau belum ngerokok”, ini habit, habit ngerokok. “Ah, ntar dulu deh ngerjainnya. Main dulu sebentar. Ini habit, habit menunda. Atau “nanti dulu berangkatnya, nunggu pas waktunya. Ini juga habit, habit datang telat. Menariknya di Indonesia habit ini sangat terkenal, sampai-sampai dia jadi pencipta lagu dan penyanyi, Ebiet G Ade, kupu-kupu kertas.

Brian Tracy, salah satu motivator dan pakar pengembangan diri dunia, mengatakan bahwa “Successful People are simply those with successful habits”. Jadi, orang-orang yang sangat sukses, sangat kaya pun punya habit / kebiasaan sendiri.

Habit ini didokumentasikan dengan sangat baik oleh Tom Corley, penulis buku Rich Habits – The Daily Success Habits of Wealthy Individuals. Ia melakukan penelitian selama lima tahun. Selama lima tahun tersebut, Tom mengamati dan mencatat aktivitas keseharian dari 233 orang yang sangat kaya, termasuk Carlos Slim, Bill Gates, Amancio Ortega, dan Warren Buffett, serta 128 orang yang tinggal dalam kemiskinan. Tom menemukan bahwa ada lebih dari 300 perbedaan aktivitas kebiasaan orang yang kaya dan yang kurang mampu.

Kebiasaan Setting Target

Salah satu habit yang sangat penting adalah orang kaya menentukan target.

67% orang kaya menuliskan sasaran mereka, bandingkan dengan orang yang kurang kaya yang hanya 17%. Menuliskan sasaran membuat Anda jauh lebih fokus dalam mencapai sesuatu. Ibarat sinar matahari, jika difokuskan mampu membakar kertas. Sama halnya dengan kita. Jika kita fokus pada target yang jelas, berbagai potensi diri akan muncul demi tercapainya sasaran.

Salah satu contoh bisa kita lihat dari Jim Carrey. Jim terkenal dari film-filmnya seperti The Grinch, The Truman Show and Ace Ventura, Pet Detective, dan the Mask. Sebelum Jim ikut casting Living Color, sebuah pertunjukkan komedi, Jim baru saja ditolak oleh acara yang lain, Saturday Night Live. Acara ini adalah peluang yang diimpi-impikan Jim. Dalam masa sulitnya, saat tidak ada panggilan casting dan audisi Jim sampai harus tidur di mobil dan tidak punya uang untuk membeli makanan. Menariknya, suatu hari Jim menuliskan sebuah cek untuk dirinya sendiri dan membawanya ke manapun. Setiap kali ia mengalami masa sulit dan penolakan, Jima mengeluarkan cek tersebut dan melihatnya. Jim memvisualisasikan, membayangkan betapa hebatnya apabila ia suatu saat nanti mencairkannya.

Jim mengatakan “Saya menuliskan cek sepuluh juta dolar untuk saya sendiri sebagai bayaran jasa acting dan menuliskan tanggal Thanksgiving 1995. Saya masukkan dompet, makin lama jadi lusuh. Tepat sebelum Thanksgiving 1995, saya baru sadar bahwa saya akan mendapatkan 10 juta dolar untuk Dumb & Dumber.”

Jim Carrey membuktikan the power of setting goal dalam mencapai kesuksesan financial.

Menariknya, ada rekan saya yang bilang “hidup itu mengalir saja. Tidak usah terlalu di atur. Kita ikuti saja”. No no no.. Bagaimana kalau mengalirnya ke comberan, apa kita mau ikut aja? Tentu tidak bukan?

Kita punya pilihan. Success leaves track. Ikutilah track orang-orang kaya. Lakukan kebiasaan orang kaya. Tentukan sasaran Anda dalam kehidupan. Apa yang ingin Anda capai dalam 2-3 bulan, 2-3 tahun, 5 – 10 tahun ke depan. Anda mau dipromosi jadi apa, ingin menjadi apa, ingin punya penghasilan berapa, ingin punya apa? Tuliskan sasaran Anda dan fokus buat action plan untuk mencapai sasaran tersebut.

Seperti yang dikatakan Tony Robins “Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible.”

Jika Anda melakukannya secara konsisten, lagi dan lagi dan lagi dan lagi, Anda akan memiliki habits yang sama dengan orang-orang kaya, orang yang sangat sangat sukses, dan akan mengantarkan Anda juga pada kondisi yang sama, sukses dan kaya.

Advertisements

Kisah Inspirasi: Pelajaran untuk Murid yang Sombong

Pusta Hery Kurnia - Pelajaran Murid Sombong

Syukurilah setiap kelebihan dengan kerendahatian. Dengan begitu, setiap keunggulan akan mendatangkan keberkahan.

Alkisah, ada seorang pemanah yang sangat hebat. Ia dikagumi oleh banyak orang karena setiap kali memanah, tak ada satu pun yang tak bisa kena oleh panahnya. Karena keahliannya itu, ia diangkat menjadi guru memanah bagi prajurit istana.

Di antara murid-muridnya, ada satu murid yang juga sangat pandai. Setiap pelajaran dari sang guru, selalu berhasil diserapnya dengan cepat. Karena itu, ia pun menjadi murid yang paling menonjol di antara murid lainnya. Hal itu membuatnya jadi angkuh. Hampir setiap saat, ia selalu menantang teman-temannya untuk bertanding memanah. Dan, setiap kali pula, ia selalu berhasil menjadi pemenang. Karena itu, ia pun makin sombong.

Melihat hal itu, sang guru pun merasa harus melakukan sesuatu. Ia tak ingin, apa yang diajarkannya disalahgunakan oleh muridnya.

Maka, suatu pagi, ia mengajak muridnya itu berjalan-jalan. Sang murid merasa, ia akan mendapatkan pelajaran yang mahapenting dari gurunya. Karena, ia diajak seorang diri. Ia pun makin bersombong diri.

“Apakah Guru akan mengajarkan ilmu memanah paling hebat padaku?” tanyanya pada sang guru.

“Aku akan memberikan pelajaran terpenting, karena itu, bawalah busur terbaik dan panah terbaik milikmu,” jawab sang guru.

Setelah siap semuanya, mereka pun lantas pergi ke hutan. Guru dan murid itu berhenti di sebuah tanah lapang di pinggiran hutan. Saat itu, sang guru kemudian memetik sebuah bunga dan dikaitkan potongan rantingnya pada sebuah pohon.

Ia lantas meminta muridnya untuk mundur beberapa meter jauhnya. Setelah itu, ia berkata. “Wahai muridku, kamu lihat bunga yang aku kaitkan pada batang pohon tadi? Cobalah keluarkan busur dan panah terbaikmu. Bidiklah bunga itu,” ucapnya.

“Ahh.. itu gampang Guru! Dari jarak lebih jauh lagi pun aku bisa mengenainya,” potongnya sombong.

Sang guru hanya tersenyum. Ia lantas mengambil sebuah sapu tangan dari balik bajunya.

“Kamu memang muridku yang paling pandai. Untuk itu, aku ingin mengujimu. Pakailah sapu tangan ini untuk menutupi matamu, dan cobalah memanah sasaran yang kamu anggap gampang tadi,” perintahnya.

Sang murid tersenyum kecut. Ia kaget dengan perintah gurunya. Bagaimana mungkin ia memanah dengan mata tertutup? Tapi, karena ia tak bisa menarik kata-katanya, ia pun hanya menuruti gurunya. Lantas, dengan mata tertutup, ia pun berusaha mengingat-ingat, di mana sasaran itu berada. Ia pun menarik kencang busurnya, dan panah pun melesat jauh.

“Ayo, buka tutup matamu sekarang dan lihat, ke mana panahmu mengarah. Kamu katakan tadi, pasti gampang mengenainya,” perintah sang guru.

Begitu membuka penutup mata, ia melihat anak panahnya melesat sangat jauh dari sasaran. Bukannya mengenai bunga di pohon, tapi justru menancap di pohon yang jauh dari sasaran. Ia pun terlihat kecewa dan malu karena sebelumnya telah menyombongkan diri.

“Kamu lihat, dengan mata tertutup, kamu tak bisa melakukan hal yang kau anggap mudah. Bahkan, panahmu yang biasanya tepat sasaran, kini melenceng jauh. Ingatlah muridku, kemampuanmu itu bukan hanya buah dari kamu rajin berlatih. Tapi, tanpa mata yang awas, jeli, dan pandangan yang tajam, kamu tak akan bisa memanah. Itulah kekuatan dan berkat dari Sang Pencipta yang diberikan kepadamu. Tanpa itu semua, kamu tak berarti apa-apa. Karena itu, syukuri apa yang telah kamu miliki. Jangan jadikan itu sebagai kesombongan,” ujar guru bijak.

Sang murid pun tertunduk malu. Ia lantas berjanji, semua ilmu yang didapat akan digunakan semestinya.

Sahabat, setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihan masing-masing. Namun, semua kelebihan itu pasti ada batasannya. Karena itulah, kita selalu butuh orang lain untuk melengkapinya. Tak ada atlet hebat yang tak dibantu oleh pelatih dan orang-orang hebat di sekelilingnya. Tak ada pengusaha yang sukses tanpa dibantu oleh orang-orang yang mendukungnya. Tak ada pemimpin yang tangguh tanpa ditopang oleh rakyatnya.

Untuk itu, bila kita memiliki kelebihan, jadikan itu sebagai sarana untuk berbagi kebaikan. Layaknya guru, ilmunya justru akan semakin berarti saat ia berbagi ilmu. Dan, dengan kelebihan ilmu itu pula, ia akan menciptakan generasi unggul yang berarti bagi lingkungan sekitarnya. Jangan sebaliknya, menjadikan kelebihan sebagai nilai yang mendatangkan kesombongan. Sebab, keangkuhan hanya akan memicu kejatuhan.

Mari kita maksimalkan segenap potensi kita dengan makin bersyukur pada Sang Mahapencipta. Tanamkan selalu sikap rendah hati. Wujudkan syukur dengan terus berbagi kepada sesama. Dan, jadikan setiap kelebihan dan bakat yang dimiliki sebagai “ladang amal” untuk menyebarkan keberkahan bagi semua. Dengan begitu, setiap keberlimpahan yang kita miliki, akan jauh lebih bermakna.

Salam sukses luar biasa!!

Sumber: http://www.andriewongso.com

6 Tips untuk Melatih Positive Thinking

Pusta Hery Kurnia - Positive Thinking

Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi: A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.

Memiliki positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Kiat berikut bisa berguna.

1. Afirmasi verbal setiap hari

Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam “Kamu bisa!” atau, “Kamu pasti bisa!” Makin keras ucapan kita makin mampu mempengaruhi bawah sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

2. Gunakan kata positif

Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, “Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita.” Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

3. Pasang gambar atau tulisannya

Menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

4. Penuhi sekeliling kita dengan citra positif

Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena itu beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Sekali waktu saat kita sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali fokus pada keinginan yang sedang kita kejar.

5. Sering-sering ucapkan “Terima Kasih”

Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran kita. Ucapan “Terima Kasih” akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan “Terima Kasih”? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih ketika misalnya, ditolong orang saat terjatuh. Padahal makin sering berterima kasih, makin terbangun pikiran positif.

6. Dengarkan uraian motivasional

Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Kita bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam “pengisian baterai” untuk mental kita.

Sahabat, positive thinking tidak lahir dengan sendirinya, kita harus rajin melatihnya. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!

Sumber: http://www.andriewongso.com

Menjadi Pembicara Publik yang Efektif

Mungkin Anda harus memberikan presentasi yang penting dalam beberapa waktu ke depan. Entah itu presentasi penjualan, laporan keuangan, proposal proyek, tugas kuliah, atau sekedar berbicara di depan sekelompok orang. Tetapi mungkin juga saat ini Anda tidak punya cukup banyak pengalaman bicara di depan publik, dan hanya dengan membayangkan bicara di depan sekelompok orang saja sudah membuat Anda merasa mual. Pertanyaannya adalah, apakah ada teknik yang dapat membantu Anda mengatasi rasa takut itu?

Dale Carnegie Training Bandung_Public Speaking2

Sebenarnya, pembicara publik yang paling hebat sekalipun merasa gugup sebelum memberikan pidato-pidato penting. Beberapa perencanaan, bersama dengan aplikasi teknik-teknik yang sudah terbukti, akan membantu Anda agar dapat melakukan presentasi layaknya seorang profesional. Ikutilah beberapa langkah Dale Carnegie Training berikut dan Anda akan berada dalam jalur yang tepat untuk dapat mengirimkan pesan Anda secara efektif.

  1. Buat bagan untuk poin-poin utama. Organisasikan pemikiran-pemikiran Anda dalam bentuk bagan. Mengetahui kapan waktunya untuk mengatakan hal tertentu akan menolong Anda membuat transisi-transisi yang bagus dan menghindari repetisi.
  2. Kenali topiknya dengan baik. Ketika Anda mengerti apa yang Anda bicarakan, Anda mengirimkan pesan dengan lebih baik. Dengan cara ini, bila Anda lupa apa yang Anda ingin katakan, Anda bisa berimprovisasi.
  3. Jangan mengingat presentasi Anda kata per kata. Sebuah presentasi yang dihafalkan mungkin akan terdengar kaku. Untuk mengingat apa yang perlu Anda sampaikan, pecahkan seluruh presentasi ke dalam bagian-bagian dan tulislah poin-poin utama dalam kartu-kartu.
  4. Berlatih. Sebelum presentasi yang sesungguhnya, berlatihlah dengan seorang teman, di depan kaca atau bahkan rekam presentasi Anda sendiri. Berlatih dengan membayangkan di dalam kepala berbeda dengan menyebutkan kata-kata dengan keras. Ketika Anda berlatih Anda dapat membuat perubahan-perubahan pada presentasi sampai Anda merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang Anda katakan.
  5. Buat kontak mata. Ketika Anda membuat kontak mata, pendengar akan merasa diikutsertakan dalam kata-kata Anda. Jika melihat pendengar membuat Anda gugup, pilihlah objek-objek di atas kepala pendengar dan kadang-kadang pandanglah sekilas objek-objek tersebut. Para pendengar tidak akan mengetahui perbedaannya dan mereka akan merasa dilibatkan dalam presentasi Anda.

Fundamental Leadership Program. Dale Carnegie Training Bandung.

Kisah Sukses Mengatasi Ketakutan Public Speaking

Enam puluh dua tahun yang lalu, seorang pemuda berusia 20 tahun lulus dari sebuah perguruan tinggi di Amerika. Dalam usahanya berkarir, ia segera menyadari bahwa kelemahan terbesarnya adalah berbicara di depan umum.

Dale Carnegie Training Bandung_Public Speaking

Setiap kali harus melakukan presentasi, ia merasa hampir jatuh karena gemetar dan takut. “Serasa mau muntah” ucapnya. Pemuda ini berpikir keras, bagaimana caranya supaya ia bisa mengalahkan ketakutannya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti kelas Public Speaking Dale Carnegie. Ia memaksa dirinya untuk mengambil uangnya, dan segera datang ke kelas Dale Carnegie. Setelah mengikuti berbagai latihan di kelas, ternyata pemuda ini mulai menemukan kepercayaan dirinya. Ia mulai berani berbicara di depan banyak orang. Segera setelah ia lulus dari kursus Dale Carnegie, ia menggunakan kepercayaan dirinya untuk mengajarkan prinsip-prinsip investasi di Universitas Nebraska. Tahun-tahun berikutnya dari pemuda ini menjadi tahun-tahun yang penuh kesuksesan. Hingga sekarang, ia berhasil menjadi salah satu orang terkaya di jagad raya, namanya Warren Buffett.

Ini adalah sepenggal kisah tentang Warren Buffett dan Dale Carnegie Training. Dalam berbagai kesempatan, Buffett seringkali mengucapkan terimakasih kepada Dale Carnegie Training karena telah “mengubah hidupnya”. Kepercayaan diri yang ia peroleh dari kelas public speaking Dale Carnegie telah memberikannya pijakan yang kuat untuk meraih sukses. Ia mengatakan bahwa “meskipun ia memperoleh gelar diploma dari bangku kuliah, hanya satu gelar yang ia simpan di ruang kerjanya, sertifikat tanda kelulusan kelas Dale Carnegie”. Warren Buffett, benar-benar membuktikan bahwa kepercayaan diri sangat diperlukan bagi siapapun yang ingin sukses. Ia juga membuktikan bahwa, Dale Carnegie Training mampu membantu orang-orang seperti dirinya untuk mendapatkan kepercayaan diri tersebut.

Apakah Anda mengalami hal yang sama seperti Buffett? Berjuang keras saat berbicara di depan public? Ingin lebih percaya diri dan take action meraih sukses? Warren Buffett sudah menemukan jawabannya. Giliran Anda membuktikannya.

Fundamental Leadership Program. Dale Carnegie Training Bandung

By: Pusta Hery Kurnia

Ambil Tanggung Jawab

Apabila apa yang sedang Anda kerjakan tidak berjalan seperti harapan, jangan pernah menyalahkan orang lain. Salahkan diri Anda sendiri.

Dale Carnegie Training Bandung_take responsibility

Kapanpun Anda mulai mengerjakan sesuatu, ambil tanggung jawab penuh atas hasil kerjanya.

Jika Anda berani mengambil tanggung jawab, Anda berada di posisi “harus” berbuat sesuatu supaya berhasil.

Berikut alasan-alasan yang biasa muncul untuk sebuah kegagalan:

  1. Waktunya terlalu cepat
  2. Saya perlu rekan kerja yang lebih baik
  3. Uangnya tidak cukup untuk menjalankan program dengan lancar
  4. Atasan tidak mau mendengar
  5. Saya terlalu sibuk untuk proyek lain
  6. Ide-ide yang bagus sudah diambil orang lain

Sebagian besar alasan ini muncul dalam dunia kerja kita setiap hari. Selalu begitu dan tidak akan pernah berubah.

Poinnya adalah, kesalahan apapun yang dilakukan orang lain, Anda lah orang yang harus menanggung tanggung jawab.

Ambil tanggung jawab Anda. Tidak ada alasan.