Meraih Sukses dengan Empat Pilar NLP

Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) ada istilah empat pilar NLP. Empat pilar ini adalah empat hal yang sangat penting jika Anda ingin berhasil menguasai NLP. Namun bagi saya, empat pilar ini lebih dari sekedar syarat dalam NLP, tetapi empat syarat untuk berhasil dalam bidang apa pun. Untuk lebih mudah memahami, perhatikan kisah berikut.

Seorang pemuda berusia 19 tahun berkeinginan kuat untuk menjalankan bisnis makanan. Ia mulai dengan meminjam uang untuk modal. Modal didapat, Ia pun mulai usaha dengan satu gerobak kecil. Orang belum kenal dengan makanan yang ia jual. Sehingga, hanya sedikit keuntungan yang diperoleh. Pernah suatu hari, setelah lelah berjualan Ia ingin menghibur diri dengan membeli makanan di tempat makan dekat gerobaknya. Ternyata harga makanannya lebih mahal dari keuntungan hariannya.

Businessman-and-escalator2

 

Namun, hasrat untuk berhasil pemuda ini sangat kuat. Ia tau, bahwa perlu fokus. Ia pun mengambil keputusan besar untuk keluar dari kuliahnya. Tentangan dari keluarga tidak menyurutkan langkahnya. Ia memodifikasi gerobak, makanan, melakukan perbaikan di sana-sini. Hingga akhirnya hasil mulai terlihat. Tahun pertama, Ia sudah membuka enam cabang baru. Tahun ketiga cabangnya sudah 25. Ingin usahanya berkembang lebih pesat, ia pun mulai mewaralabakan / franchise usahanya ini. Hingga kini, lebih dari 1000 outlet makanannya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ke Asia dan Eropa. Siapa pemuda ini? Namanya Hendy Setiono, pemilik Kebab Turki Baba Rafi.

Perjalanan sukses seperti ini sangat menarik untuk kita baca. Tetapi lebih menarik lagi kalau kita bisa pelajari dan copy paste pada kehidupan kita sehingga kita melihat, mendengar dan merasakan perjalanan sukses itu sendiri. Sekarang mari kita pelajari dari kacamata (NLP).

Ada empat hal penting yang dilakukan Hendy Setiono. Pertama, Ia punya goal, sasaran, outcome yang sangat jelas. Stephen Covey mengatakan “begin with the end in mind”, mulailah dari hasil akhir. Untuk berhasil, mulailah dari melihat sasaran, masa depan, hasil akhir apa yang Anda inginkan. Hendy tahu betul apa yang Ia mau. Ia menginginkan dirinya sukses sebagai penjual, pengusaha makanan. Bukan sukses sebagai mahasiswa, atau karyawan. Outcome ini yang membuat ia mencoba, bergerak, berjuang, gagal dan berhasil.

Kedua, ia punya kepekaan, dalam NLP disebut sensory acuity (kepekaan inderawi). Bagaimana kita peka terhadap situasi diri, orang lain, dan berbagai hal di sekeliling kita. Kepekaan ini membantu Hendy untuk mengetahui di mana posisinya dalam pencapaian sasaran itu. Mengapa ia memutuskan untuk meminjam modal hanya 4 juta saja, mengapa tidak mulai bisnis rumah makan yang modalnya ratusan juta. Karena ia sadar betul posisi dirinya saat itu. Ketika membuka 25 cabang di tahun ketiga, Ia paham ini masih belum cukup cepat, dan ia pun memutuskan menggunakan sistem franchise.

Ketiga, Hendy memiliki fleksibilitas tinggi dalam pencapaian sasaran (behavioral flexiblity). Tung Desem Waringin mengatakan “persisten usahanya, fleksible caranya”. Sasarannya tetap, tidak berubah. Yang berubah adalah cara untuk mencapai sasaran tersebut. Hendy memodifikasi gerobak, cara berbisnis bahkan keluar dari kuliah supaya tujuannya tercapai. Diperlukan fleksiblitas tinggi untuk melakukan ini. Banyak orang ketika dihadapkan pada masalah beralasan “Orang tua saya tidak mengijinkan, kuliah saya tidak mendukung, saya tidak ada modal, saya sudah pernah coba dan tidak berhasil”. Selalu alasan, alasan dan alasan. Padahal kalau mau dicari solusi, pasti ketemu. Asal kita siap menyesuaikan diri untuk solusi tersebut.

Dan keempat, Ia mampu membangun relasi (rapport) dengan konsumen, supplier dan investor. Hingdranata Nikolay, pakar NLP, mengatakan “Kata kunci dari rapport adalah trust, rasa percaya”. Hendy mampu mendapatkan kepercayaan dari konsumen untuk tetap beli. Supplier-supplier pun siap mendukung kelancaran operasional usahanya. Hendy pun mampu mendapatkan rasa percaya dari investor-investor yang ikut mengembangkan outlet Kebab Turki Baba Rafi. Dengan keterampilan mendapatkan trust ini, kesuksesan Hendy menjadi semakin berlipat.

Keyakinan saya, Anda pun bisa menggunakan empat pilar NLP ini untuk sukses dalam bidang apa pun. Saya tidak akan menceritakan bahwa ada ratusan ribu atau jutaan orang lain yang sukses melalui empat pilar NLP ini. Entah Anda sebagai pengajar, salesman, manager pabrik, pengusaha, bahkan operator mesin, saya sepenuhnya yakin …

Jika Anda punya outcome yang jelas, kepekaan inderawi, fleksible dan mampu membangun rapport, Anda akan mencapai kesuksesan yang jauh lebih besar.

 

Salam dahsyat!

Pusta Hery Kurnia
Certified NLP Trainer & Professional Coach
https://pustaherykurnia.wordpress.com/
081211668421

Seorang ART Berpredikat Cum Laude dan Mendapat Beasiswa S-2

Pusta Hery Kurnia - Darwati

Lulus kuliah tepat waktu dengan predikat cum laude bukanlah hal yang mudah, untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan dan semangat belajar yang tinggi. Pretasi tersebut berhasil diraih oleh Darwati (23), asisten rumah tangga (ART) asal Desa Gunungan RT 002/RW 001, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Terlahir sebagai anak petani boro (petani tanpa lahan) di Kabupaten Blora, kehidupan keluarga Darwati (23) terbilang jauh dari mapan. Namun anak perempuan dari pasangan Sumijan dan Jasmi ini memiliki impian dan tekad kuat untuk menjadi seorang sarjana meski kondisi perekonomian keluarganya terbatas.  Impiannya sangat sederhana, yaitu ingin menaikkan derajat dan memperbaiki hidup kedua orang tuanya.

Setelah lulus dari SMA Muhammadiyah 5 Todanan, Darwati memutuskan merantau ke Jakarta untuk bekerja, namun belum genap seminggu dia kembali pulang ke kampung halaman karena tindak kekerasan. Setelah itu Darwati sempat ikut bekerja berjualan es campur di kampung, namun tidak lama karena dia memutuskan untuk menerima tawaran kerja sebagai ART.

Masih jelas dalam ingatan Darwati tanggal 16 Agustus 2010 adalah awal dia bekerja sebagai ART di rumah Drg. Lely Atasti Bachrudin, di Grobogan. Ketika itu masih belum terbayang bahwa kelak dia bisa mewujudkan impiannya untuk meneruskan pendidikan hingga sarjana. Hingga satu waktu Darwati bergumam mengenai keinginannya untuk kuliah. “Mungkin didengar sama Bapak (majikan), beberapa hari setelah itu, Bapak tiba-tiba bilang saya boleh nyambi kuliah,” ungkapnya. Diceritakan, majikannya kala itu mengatakan jika ayahnya dari desa baru saja menemui sang majikan dan menyampaikan keinginan Darwati berkuliah, dan majikannya ternyata mengizinkan.

“Saya langsung semangat mencari informasi perguruan tinggi sampai akhirnya memilih di Semarang. Saya sisihkan sebagian gaji. Ternyata bapak saya tidak pernah menemui beliau (majikan),” kenangnya.

Setelah berhasil tercatat sebagai mahasiswi jurusan Administrasi Negara di Universitas 17 Agustus Semarang (Untag), Darwati tetap bekerja sebagai ART. Untuk berangkat kuliah, ia harus menempuh jarak kurang lebih 50 kilometer dengan menumpang bus, terkadang menumpang kawannya yang kebetulan berasal dari Grobogan.

“Yang mengejek, ya pasti ada, namun saya anggap angin lalu. Untuk dana, saya sisihkan uang gaji, kadang saya pinjam teman, kadang juga diberi uang saku sama Bapak (majikan),”katanya.

Ejekan dari beberapa temannya justru dijadikan motivasi untuk mendapatkan prestasi yang baik. Setiap malam, Darwati menyempatkan diri untuk belajar, meski sebagian besar waktunya habis untuk bekerja. “Belajarnya kalau pas waktu senggang saja, kadang habis maghrib sambil menunggu bos, jika ada pekerjaan. Kadang (belajar) di atas jam 9 malam agar bisa konsentrasi,” jelasnya.  Tidak jarang juga ketika sang majikan memanggil, dia sedang asyik belajar. Kendati demikian, sang majikan bisa memahami juga apabila Darwati terlambat datang memenuhi panggilan.

Semua usaha dan kerja keras Darwati tidak sia-sia, ia berhasil lulus sebagai salah satu mahasiswi terbaik dengan indeks prestasi 3.68. Keberhasilannya ini tentu membanggakan kedua orang tua dan juga keluarga majikannya. Tidak hanya itu, prestasi Darwati di bidang pendidikan mendapatkan perhatian dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir yang menawarkan beasiswa S-2 di Universitas Diponegoro Semarang.

Perjuangan Darwati bisa menjadi contoh, dia berhasil membuktikan bahwa kesuksesan tidak melihat dari mana seseorang berasal. Sukses bisa terwujud selama ada keberanian untuk bermimpi, keinginan yang kuat dan kerja keras pantang menyerah untuk mencapainya.

Luar Biasa!

Sumber: http://www.andriewongso.com

Sukses Ala Jack Welch

Pusta Hery Kurnia - Jack Welch

Legenda dari perusahaan General Electric (GE), Jack Welch adalah contoh nyata yang mampu menginspirasi siapa saja. Teladannya di GE yang mampu menggerakkan perusahaan tersebut mencapai puncaknya menjadi legenda hingga kini. Ia memang bukanlah pendiri perusahaan tersebut. Tapi, ia adalah pendobrak sistem kerja dan manajemen di GE, sehingga mampu mengubah perusahaan tersebut dari perusahaan yang “hanya” bernilai puluhan miliar dolar, menjadi ratusan miliar dolar di masa pensiunnya.

Di masa awal ia menjadi CEO (1981), Welch pernah dijuluki “bom neutron”, karena melakukan rasionalisasi pegawai yang sangat besar. Dalam bukunya Jack: Straight From The Gut, ia berkisah bagaimana dirinya mengubah ratusan ribu karyawan untuk mengefisiensikan perusahaan. Sebuah kebijakan yang kontroversial pada masa tersebut. Bahkan, setiap tahun, ia selalu memberhentikan 10% manajer yang memiliki prestasi paling bawah. Tapi, sebaliknya, ia juga memberikan imbalan dan bonus saham bagi 20% manajer teratasnya.

Apa saja kiat sukses yang diterapkannya hingga mampu mengubah GE menjadi demikian luar biasa? Berikut beberapa cuplikan kata-kata motivasi yang menggambarkan inspirasi dan kerja kerasnya…

• “Kendalikan nasibmu sendiri sebelum orang lain yang mengambil alih.”

Welch mengajarkan bagaimana seseorang harus menjadi dirinya sendiri dengan mengeluarkan segenap potensi. Dengan cara itu, orang akan memiliki kekuatan dan bisa mengubah lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu bentuk motivasi Welch sehingga setiap orang didorong untuk memberikan yang terbaik.

• “Jangan mengatur, tapi pimpinlah orang untuk berubah sebelum perubahan terjadi.”

Menjadi pimpinan bukanlah sekadar bertugas untuk mengatur seseorang. Tapi, mengarahkan orang tersebut untuk mampu mengeluarkan potensinya sehingga bisa menghadapi berbagai tantangan dan halangan. Dengan metode kepemimpinan tanpa “menggurui”, Welch berhasil mengubah GE menjadi organisasi dengan orang-orang terbaik yang selalu siap bersaing di mana pun dan kapan pun.

• “Hadapi kenyataan sebagaimana adanya, jangan berpikir seharusnya begini atau seperti itu.”

Welch juga mengajarkan bagaimana seseorang untuk tidak mencari kambing hitam persoalan. Hadapilah apa pun risiko yang terjadi, dan bergeraklah dengan evaluasi yang menyeluruh. Dengan begitu, masalah yang dihadapi dari kenyataan yang terjadi, justru akan jadi pembelajaran ke depan.

• “Kemampuan organisasi untuk belajar dan mengambil langkah untuk mengubahnya jadi tindakan adalah bekal utama dalam menghadapi persaingan yang sangat sengit.”

Dalam era persaingan yang sangat sengit, kemampuan perusahaan untuk belajar dan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor sukses GE di bawah kepemimpinan Welch. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya semangat belajar dan mengubah ilmu yang didapat sebagai tindakan untuk membawa organisasi bergerak lebih cepat dan lebih baik.

• “Saya belajar bahwa kesalahan dapat menjadi guru yang sangat baik, seperti juga kesuksesan.”

Ini adalah nasihat klise yang juga diungkap oleh banyak orang. Namun, di tangan Welch, nasihat ini ibarat “jimat” yang mampu mendorong setiap orang agar tak takut berbuat salah demi memberikan yang terbaik pada perusahaan. Dengan pengertian tentang hal ini, GE mampu berinovasi dan berkembang ke berbagai bidang.

• “Jika kamu tidak memiliki keunggulan kompetitif, maka jangan masuk ke arena kompetisi.”

Welch menekankan pentingnya melihat kemampuan diri sendiri dan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri dengan mengevaluasi ke dalam. Dengan cara ini, ia bisa mendorong karyawannya untuk memiliki nilai lebih pada masing-masing divisi sehingga mampu bergerak lebih maksimal menghadapi berbagai tantangan yang ada.

• “Jika kamu mampu memilih orang tepat yang mampu mengembangkan sendiri ‘sayapnya’ dan memberikan kompensasi yang tepat, maka biasanya, kamu tak perlu mengaturnya.”

Dengan kebijakannya memecat 10% manajer terbawah dan memberikan bonus pada 20% manajer teratas, Welch membuka arena persaingan di dalam GE. Dan, justru itulah yang kemudian mampu mendorong orang untuk saling berlomba memberikan segenap potensinya untuk memajukan perusahaan. Dan, bisa dikatakan, Welch tak perlu lagi mengatur apa yang harus dilakukan para manajernya. Sebab, para manajer tersebut sudah tahu bagaimana menempatkan diri sesuai bidang masing-masing untuk menjadi yang terbaik di GE.

• “Saya adalah seorang pencari bakat. Layaknya tukang kebun, saya memberikan air dan merawat lebih dari 750 orang terbaik kita. Tapi, kadang-kadang, saya harus berupaya menumbuhkan bibit-bibit baru juga…
Meski dikenal tegas dan keras, Welch tak menutup kemungkinan bahwa ia juga harus tetap “mendampingi” benih-benih junior di GE. Sebab, ia tahu persis, semua orang pasti memiliki potensi dan kapabilitas masing-masing. Karena itu, ia selalu melihat dari berbagai segi untuk menjadikan orang-orang terbaik bisa berkembang di perusahaannya.

• “Tim yang memiliki pemain terbaiklah yang akan menang!”

Sudah pasti, apa yang dilakukan Welch bertujuan untuk membentuk budaya kerja yang dinaungi oleh orang-orang terbaik di bidangnya. Karena itu, ia selalu berusaha untuk membentuk tim-tim unggulan untuk menjadi pimpinan di berbagai divisi yang ada di GE. Dengan cara itulah, ia mampu membangun GE makin besar di masanya.

• “Meningkatkan kepercayaan diri orang lain adalah tugas terbaik yang bisa saya lakukan. Sebab, dengan begitu, mereka akan bisa bertindak dengan sendirinya.”

Jack Welch barangkali terlahir sebagai pebisnis sekaligus motivator dan inspirator. Dengan sentuhannya, ia mampu mengubah GE menjadi sangat besar di eranya. Tapi, ia tetap rendah hati dengan mengatakan bahwa ia hanyalah mencoba membiarkan talenta-talenta di bawahnya untuk berkembang dengan kemampuan masing-masing. Kata-katanya secara alami mampu membuat orang selalu terdorong rasa percaya dirinya untuk bisa memberikan yang terbaik dari apa yang mereka bisa dan mampu kerjakan.

Sumber: http://www.andriewongso.com

 

Meskipun Hanya Berkaki Satu, Tapi Bisa Jadi Pop Star!

Tumbuh dengan kekurangan bukan berarti selalu jadi penghalang. Dengan latihan keras dan keyakinan kuat, kekurangan Viktoria Modesta kini malah jadi inspirasi bagi jutaan orang.

Video klip Prototype produksi Channel 4 merupakan  salah satu video klip paling menarik perhatian di Youtube. Sejak diunggah pada 12 Desember 2014 lalu, popularitasnya terus menanjak dan sudah dilihat lebih dari 5 juta orang. Apa yang membuat video klip ini begitu spesial? Ternyata sosok sang penyanyi, Viktoria Modesta. Ia adalah seorang DJ dan pop star yang punya kekurangan, yaitu hanya memiliki satu kaki.

Viktoria, Pop Star Berkaki Satu_2015-02-04 14-03-15_Viktoria_Sang_Pop_Star_Berkaki_Satu

Viktoria lahir pada 1987 di Latvia dan mendapatkan kecelakaan setelah lahir. Hal itu membuat pertumbuhan kaki kirinya terhambat dan lebih pendek dari kaki kanannya. Pada usia 12 tahun keluarganya pindah ke London dan Viktoria harus menghabiskan banyak waktunya untuk tinggal di rumah sakit, demi perawatan kakinya.

Setelah tinggal di London, Viktoria banyak bergabung dengan komunitas musik, khususnya musik underground. Musik, modeling, dan seni mulai menjadi salah satu bagian pelampiasan atas kondisi yang dialaminya. Ketiga hal tersebut selalu menjadi “pelarian” yang membuatnya seperti menemukan dunia baru yang menenteramkannya. Karena itulah, Viktoria terus berusaha mengasah ketiga hal tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Di usia 20, Viktoria dihadapkan pada pilihan yang sulit. Pertumbuhan kaki kirinya mengalami gangguan dan membahayakan kesehatannya.Segala usaha keluarga dan dokter seperti sia-sia. Maka, akhirnya Viktoria memutuskan untuk mengamputasi kaki kirinya.

Meski begitu, ia tidak lantas putus asa. Justru dia bisa meyakinkan kepada dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya bahwa dirinya akan tetap bisa beraktivitas normal. Bahkan, ia sudah mencanangkan tekad, bisa meraih impian dengan kondisi satu kaki diamputasi.

Pada tahun 2012 di acara penutupan Paralympics Games di London, Viktoria mendapatkan kesempatan tampil sebagai “Snow Queen” dan menari dengan diiringi lagu berjudul 42 dari Coldplay. Di acara penutupan Olimpiade bagi para kaum difabel tersebut, penampilan Viktoria sangat memukau. Gerakan tari dan hiburan yang dipertontonkan Viktoria menarik perhatian jutaan pemirsa. Dari acara inilah nama Viktoria mulai menanjak.

Seiring dengan ketenaran dan komitmen untuk memperbaiki penampilan, Viktoria terus menuai hasil manis. Kekurangannya malah jadi nilai tambah yang membuat ciri khas setiap penampilannya. Dia mulai berkeliling dunia ke beberapa negara, seperti Brazil, Italia, dan Rusia. Keistimewaan Viktoria juga menarik perhatian beberapa seniman legendaris seperti Ellen von Unwerth, Bettina, Rheims, dan Vivienne Westwoods yang kemudian mengajak Viktoria kerja sama.

Dalam setiap penampilannya, Viktoria selalu tampil percaya diri. Dia tak pernah merasa malu dengan kondisi kakinya yang hanya sebelah. Video klip Prototype bahkan dibuka dengan kalimat “Forget what you know about disability,” atau lupakan apa yang kamu ketahui tentang disabilitas. Itu merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan, bahwa kaum difabel sekarang ini kondisinya sudah berbeda. Mereka juga bisa mandiri dan bahkan bisa bersaing dengan orang yang normal untuk meraih prestasi.

Channel 4 menjulukinya sebagai “Pop Star pertama dengan kaki diamputasi”. Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang bagi Viktoria untuk maju dan kesuksesannya sepertinya akan terus berlanjut di masa mendatang. Inilah bukti, mereka yang mau berjuang dan tak peduli dengan segala halangan, akan mendapatkan hasil terbaik dalam hidupnya.

Luar Biasa!

Source: http://www.andriewongso.com

Wali Kota Surabaya Raih Penghargaan The World Mayor Prize

Setelah sebelumnya mantan Wali Kota Solo, Presiden Joko Widodo, meraih penghargaan serupa di tahun 2012, kini giliran Wali Kota ‘antikompromi’ Tri Rismaharini yang mendapatkan penghargaan The World Mayor Prize.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, nampaknya patut berbangga. Wanita yang terkenal antikompromi dan kontroversial ini mendapatkan penghargaan The World Mayor Prize 2014. Di dalam situs resmi worldmayor.com, wanita yang kerap disapa Risma ini meraih posisi ketiga terbaik dari seluruh Wali Kota di dunia. Risma juga menraih penghargaanThe World Mayor Commendation atas pelayanannya terhadap masyarakat Surabaya.

Wali Kota Surabaya Raih Penghargaan The World Mayor Prize_2015-02-05 09-59-42_Wali_Kota_Surabaya_Raih_Penghargaan_The_World

Penghargaan tersebut diraih berdasarkan analisis dan prestasi yang telah dikerjakan oleh Risma sepanjang tahun 2014 selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Perubahan skala besar dilakukan oleh wanita kelahiran Kediri, 20 November 1961 untuk merubah ‘wajah’ Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia.

Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya sejak memenangkan pemilihan secara langsung di tahun 2010. Perubahan yang paling menarik perhatian masyarakat lokal bahkan internasional adalah mengenai pembangunan dan rekonstruksi tanah-tanah kosong dan terbengkalai untuk dijadikan fasilitas umum yang nyaman.

Risma melihat Surabaya memiliki banyak tanah kosong milik pemerintah yang sia-sia. Ia kemudian mengubah tanah-tanah tersebut menjadi sebuah taman. Kini Surabaya sudah memiliki 11 taman kota dengan tema yang berbeda-beda dan dilengkapi fasilitas seperti akses Wi-Fi gratis, perpustakaan, toilet, dan bahkan alat olahraga. Risma optimis taman-taman ini bisa menjadi fasilitas favorit masyarakat sekaligus sebagai lahan penyerap air untuk mencegah banjir. Terbukti, Kota Surabaya bebas dari banjir meskipun kota-kota lain mengalami banjir.

Kebiasaannya ‘blusukan’ juga menjadi gaya interaksinya, sama seperti kebiasaan Presiden Joko Widodo. “Sebuah kota harusnya menjadi rumah paling aman dan nyaman bagi masyarakatnya. Dengan berinteraksi langsung, saya bisa lebih tahu banyak permasalahan yang sedang terjadi sekaligus mengevaluasi kerja orang-orang saya,” ujar Risma.

Luar Biasa!

Source: http://www.andriewongso.com

Bapak Penerbangan Indonesia

Presiden RI ke-3 ini telah menyumbangkan sebuah prestasi besar bagi kemajuan penerbangan bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil menerbangkan pesawat komersil buatan sendiri di bawah kementerian yang dipimpinnya kala itu.

Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih dikenal sebagai B.J. Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Beliau belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954 dan melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat pada tahun 1955.

Habibie kembali ke Indonesia setelah mendapatkan gelar diplom ingenieur tahun 1960 dan bertemu dengan belahan jiwanya, Ibu Hasri Ainun Besari. Setelah menikah dengan Ibu Ainun tahun 1962, beliau mengajak istrinya untuk ikut ke Jerman melanjutkan sekolahnya di Jerman dan mendapatkan gelar doktor ingenieur pada tahun 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, beliau kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie adalah Wakil Presiden dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Karyanya yang membuka jalan bagi kemajuan teknologi Indonesia yang mandiri adalah ketika diterbangkannya pesawat buatana anak negri N250. Habibie sengaja menamai pesawat tersebut dengan huruf N yang berarti Nusantara. Ini adalah impian Habibie sebagai seorang tokoh negarawan yang ingin membangun Indonesia sebagai negara yang mandiri. Namun, sayang impiannya terputus karena masalah dana. Proyek N250 terbengkalai begitu saja tanpa perhatian dari pemerintah kala itu.

Berbagai konflik ketika masa kepresidenannya, membuat Habibie memilih mundur dari jabatannya sebagai Presiden untuk meredakan konflik yang terjadi di masyarakat saat itu. Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia diminta untuk kembali ke Indonesia untuk akif sebagai penasihat presiden.

Dibalik kecerdasan dan ketegasannya, Habibie dikenal sebagai sosok suami yang sangat mencintai istrinya. Kisah hidupnya termasuk perjalanan cintanya bersama sang istri dituliskannya dalam sebuah buku berjudul Habibie & Ainun. Karena itu, Habibie sangat terpukul ketika sang istri meninggal dunia. Sampai saat ini, Habibie rajin untuk berkunjung ke makam istrinya untuk sekedar mengobrol. Kini, kehidupan Habibie dilaluinya untuk mengawal proses demokrasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya, Habibie Center.

Source: http://www.andriewongso.com