Meraih Sukses dengan Empat Pilar NLP

Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) ada istilah empat pilar NLP. Empat pilar ini adalah empat hal yang sangat penting jika Anda ingin berhasil menguasai NLP. Namun bagi saya, empat pilar ini lebih dari sekedar syarat dalam NLP, tetapi empat syarat untuk berhasil dalam bidang apa pun. Untuk lebih mudah memahami, perhatikan kisah berikut.

Seorang pemuda berusia 19 tahun berkeinginan kuat untuk menjalankan bisnis makanan. Ia mulai dengan meminjam uang untuk modal. Modal didapat, Ia pun mulai usaha dengan satu gerobak kecil. Orang belum kenal dengan makanan yang ia jual. Sehingga, hanya sedikit keuntungan yang diperoleh. Pernah suatu hari, setelah lelah berjualan Ia ingin menghibur diri dengan membeli makanan di tempat makan dekat gerobaknya. Ternyata harga makanannya lebih mahal dari keuntungan hariannya.

Businessman-and-escalator2

 

Namun, hasrat untuk berhasil pemuda ini sangat kuat. Ia tau, bahwa perlu fokus. Ia pun mengambil keputusan besar untuk keluar dari kuliahnya. Tentangan dari keluarga tidak menyurutkan langkahnya. Ia memodifikasi gerobak, makanan, melakukan perbaikan di sana-sini. Hingga akhirnya hasil mulai terlihat. Tahun pertama, Ia sudah membuka enam cabang baru. Tahun ketiga cabangnya sudah 25. Ingin usahanya berkembang lebih pesat, ia pun mulai mewaralabakan / franchise usahanya ini. Hingga kini, lebih dari 1000 outlet makanannya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ke Asia dan Eropa. Siapa pemuda ini? Namanya Hendy Setiono, pemilik Kebab Turki Baba Rafi.

Perjalanan sukses seperti ini sangat menarik untuk kita baca. Tetapi lebih menarik lagi kalau kita bisa pelajari dan copy paste pada kehidupan kita sehingga kita melihat, mendengar dan merasakan perjalanan sukses itu sendiri. Sekarang mari kita pelajari dari kacamata (NLP).

Ada empat hal penting yang dilakukan Hendy Setiono. Pertama, Ia punya goal, sasaran, outcome yang sangat jelas. Stephen Covey mengatakan “begin with the end in mind”, mulailah dari hasil akhir. Untuk berhasil, mulailah dari melihat sasaran, masa depan, hasil akhir apa yang Anda inginkan. Hendy tahu betul apa yang Ia mau. Ia menginginkan dirinya sukses sebagai penjual, pengusaha makanan. Bukan sukses sebagai mahasiswa, atau karyawan. Outcome ini yang membuat ia mencoba, bergerak, berjuang, gagal dan berhasil.

Kedua, ia punya kepekaan, dalam NLP disebut sensory acuity (kepekaan inderawi). Bagaimana kita peka terhadap situasi diri, orang lain, dan berbagai hal di sekeliling kita. Kepekaan ini membantu Hendy untuk mengetahui di mana posisinya dalam pencapaian sasaran itu. Mengapa ia memutuskan untuk meminjam modal hanya 4 juta saja, mengapa tidak mulai bisnis rumah makan yang modalnya ratusan juta. Karena ia sadar betul posisi dirinya saat itu. Ketika membuka 25 cabang di tahun ketiga, Ia paham ini masih belum cukup cepat, dan ia pun memutuskan menggunakan sistem franchise.

Ketiga, Hendy memiliki fleksibilitas tinggi dalam pencapaian sasaran (behavioral flexiblity). Tung Desem Waringin mengatakan “persisten usahanya, fleksible caranya”. Sasarannya tetap, tidak berubah. Yang berubah adalah cara untuk mencapai sasaran tersebut. Hendy memodifikasi gerobak, cara berbisnis bahkan keluar dari kuliah supaya tujuannya tercapai. Diperlukan fleksiblitas tinggi untuk melakukan ini. Banyak orang ketika dihadapkan pada masalah beralasan “Orang tua saya tidak mengijinkan, kuliah saya tidak mendukung, saya tidak ada modal, saya sudah pernah coba dan tidak berhasil”. Selalu alasan, alasan dan alasan. Padahal kalau mau dicari solusi, pasti ketemu. Asal kita siap menyesuaikan diri untuk solusi tersebut.

Dan keempat, Ia mampu membangun relasi (rapport) dengan konsumen, supplier dan investor. Hingdranata Nikolay, pakar NLP, mengatakan “Kata kunci dari rapport adalah trust, rasa percaya”. Hendy mampu mendapatkan kepercayaan dari konsumen untuk tetap beli. Supplier-supplier pun siap mendukung kelancaran operasional usahanya. Hendy pun mampu mendapatkan rasa percaya dari investor-investor yang ikut mengembangkan outlet Kebab Turki Baba Rafi. Dengan keterampilan mendapatkan trust ini, kesuksesan Hendy menjadi semakin berlipat.

Keyakinan saya, Anda pun bisa menggunakan empat pilar NLP ini untuk sukses dalam bidang apa pun. Saya tidak akan menceritakan bahwa ada ratusan ribu atau jutaan orang lain yang sukses melalui empat pilar NLP ini. Entah Anda sebagai pengajar, salesman, manager pabrik, pengusaha, bahkan operator mesin, saya sepenuhnya yakin …

Jika Anda punya outcome yang jelas, kepekaan inderawi, fleksible dan mampu membangun rapport, Anda akan mencapai kesuksesan yang jauh lebih besar.

 

Salam dahsyat!

Pusta Hery Kurnia
Certified NLP Trainer & Professional Coach
https://pustaherykurnia.wordpress.com/
081211668421

Advertisements

Hebat Mana, Nelayan atau Pengusaha?

Pusta Hery Kurnia - Nelayan dan Pengusaha

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu.

‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan.

‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan.

‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

‘Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,’ jawabnya. ‘Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal … bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.’

‘Selanjutnya aku mesti berbuat apa?’ tanya si nelayan.

‘Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,’ kata si usahawan.

‘Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?’ kata si nelayan puas.

Arnold Schwarzenegger, dari Anak Desa hingga Aktor dan Binaraga

Pusta Hery Kurnia - Arnold Schwarzenegger

Siapa di antara Anda yang tidak kenal Arnold Schwarzenegger? Binaraga, gubernur, dan aktor pemeran utama dalam film Terminator. Saya yakin Anda semua setidaknya pernah dengar tentang Arnold. Tetapi, apakah Anda tahu bagaimana ia berjuang meraih semua kesuksesannya itu?

Kisah ini saya ambil dari buku Giant Leap to Success karya Petrus Hartono. Arnold lahir di sebuah kota kecil bernama Graz di Austria. Ayahnya seorang polisi desa yang hidup pas-pasan. Dari kecil dia tinggal di rumah yang tidak ada air, telepon atau kulkas sampai usia empat belas tahun. Meskipun tinggal dan besar di daerah kecil, Arnold selalu punya impian yang besar. Dia selalu mengatakan “Saya ingin ikut ambil bagian dalam hal-hal yang besar, impian yang besar, gedung pencakar langit yang tinggi, uang yang banyak serta tindakan yang besar”.

Suatu ketika Arnold memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat. Awalnya, ia mulai berlatih angkat besi di sebuah gedung olah raga milik tim sepak bola local. Namun ia begitu terkesan setelah melihat orang-orang yang mampu mengangkat besi berates-ratus kilogram dalam sekali angkat dibandingkan dengan apa yang dia lihat di lapangan sepak bola. Sejak itu, Arnold memutuskan untuk mengikuti program bina raga dan dia terus menerus berlatih angkat besi dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Hingga di usia lima belas tahun, Arnold memiliki impian bisa meraih gelar “Mr Universe”. Arnold begitu yakin bahwa kelak dia bisa memenangkan gelar tersebut sehingga ia terus berlatih keras membentuk otot-otot tubuhnya selama lima jam sehari.

Pusta Hery Kurnia - Arnold Schwarzenegger2

Kerja keras Arnold mulai mendatangkan hasil, ketika dia mengikuti kejuaraan “Mr Eropa Junior”, Arnold keluar sebagai juara. Kemudian di usia dua puluh lima tahun, Arnold sukses mewujudkan impian besarnya meraih gelar “Mr Universe” dan merupakan pria termuda yang pernah memenangkan gelar tersebut. Tahun berikutnya, Arnold ke Amerika, lantas dalam waktu dua tahun, di luar dugaan, dia sukses memenangkan tiga gelar bina raga sekaligus yaitu gelar “Mr Universe”, “Mr World” dan “Mr Olympia”.

Kalau Anda perhatikan, minimal ada tiga kunci keberhasilan dalam kisah hidup Arnold Schwarzenegger: mimpi, keyakinan dan tindakan.

Meskipun dalam kondisi susah, Arnold berani bermimpi besar: menjadi Mr Universe. Mimpi ini mulai memberikan arah yang jelas bagi Arnold. Seperti apa masa depannya nanti serta apa yang harus ia kerjakan untuk memperoleh masa depan tersebut. Mimpi saja tidak cukup. Seseorang harus punya keyakinan yang besar agar mimpi ini mulai dikerjakan. Arnold begitu yakin bahwa suatu nanti dia pasti mampu meraih gelar Mr Universe. Dengan modal keyakinan ini, dia mulai mengambil tindakan untuk berlatih secara konsisten. Dan faktor terakhir inilah, tindakan yang membedakan dia dengan pria-pria lain yang hanya bermimpi memiliki badan bagus dan memenangi Mr Universe. Arnold benar-benar mengambil tindakan. Bukan sekali, dua kali, atau tiga kali. Tetapi terus menerus secara konsisten sampai akhirnya ia berhasil.

Sahabat, berani bermimpi, yakin, dan action ambil tindakan. Lakukan ini dan saya yakin, Anda pun akan memperoleh kesuksesan berlimpah dalam karir dan usaha Anda.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Dimana Ada Kemauan, Pasti Ada Jalan

Pusta Hery Kurnia - Ada Jalan dan Solusi

Sahabat saya, seorang direktur di perusahaan konsultan ternama terkagum-kagum dengan kemampuan berbahasa Inggris kliennya, direktur sebuah bank multinasional. Dia bertanya “Bahasa Inggris bapak bagus sekali. Pasti kuliah di luar negeri ya. Kuliah di mana pak?” Dijawab oleh rekannya “Halah, saya itu belajar sendiri. Lha wong saya itu dulunya supir lho.”. “Serius pak?” sahabat saya bertanya tidak percaya. “Serius”. Jawab rekannya. “Saya dulu jadi supir taksi. Tiap hari harus nunggu ada customer datang kira-kira 2-3 jam di mobil. Daripada nganggur, saya tutup jendela mobil rapat-rapat. Saya ambil novel bahasa Inggris dan saya baca – teriak – keras-keras. Begitu terus setiap hari. Sampai akhirnya sekarang saya sangat mahir dalam bahasa Inggris.”

Berapa banyak di antara Anda yang sudah lama ingin belajar bahasa Inggris, tetapi sampai sekarang masih belum mahir juga? Atau ada yang malah belum mulai belajar sama sekali?

Jim Rohn, seorang motivator terkenal, mengatakan “Jika Anda benar-benar ingin melakukan sesuatu, pasti akan ada jalan yang Anda temukan. Tetapi jika Anda memang tidak mau, hanya alasan yang akan Anda temukan”. Direktur ini menunjukkannya. Meskipun dia tidak punya uang untuk daftar khusus, meskipun waktunya harus dipakai untuk menunggu klien, meskipun ia tidak memiliki pendidikan yang baik, tetapi Ia tidak mencari alasan untuk tidak belajar. Dia malahan menemukan satu cara yang sangat kreatif, yaitu dengan membaca novel keras-keras setiap hari

Sahabat, dalam perjalanan Anda meraih kesuksesan pasti akan banyak tantangan yang dihadapi. Tetapi yakinlah, kalau Anda benar-benar punya passion untuk mewujudkan goals Anda, pasti akan selalu ada cara yang Anda temukan. Tetaplah yakin dan berjuang!

Pusta Hery Kurnia

Kisah Inspirasi: Pelajaran untuk Murid yang Sombong

Pusta Hery Kurnia - Pelajaran Murid Sombong

Syukurilah setiap kelebihan dengan kerendahatian. Dengan begitu, setiap keunggulan akan mendatangkan keberkahan.

Alkisah, ada seorang pemanah yang sangat hebat. Ia dikagumi oleh banyak orang karena setiap kali memanah, tak ada satu pun yang tak bisa kena oleh panahnya. Karena keahliannya itu, ia diangkat menjadi guru memanah bagi prajurit istana.

Di antara murid-muridnya, ada satu murid yang juga sangat pandai. Setiap pelajaran dari sang guru, selalu berhasil diserapnya dengan cepat. Karena itu, ia pun menjadi murid yang paling menonjol di antara murid lainnya. Hal itu membuatnya jadi angkuh. Hampir setiap saat, ia selalu menantang teman-temannya untuk bertanding memanah. Dan, setiap kali pula, ia selalu berhasil menjadi pemenang. Karena itu, ia pun makin sombong.

Melihat hal itu, sang guru pun merasa harus melakukan sesuatu. Ia tak ingin, apa yang diajarkannya disalahgunakan oleh muridnya.

Maka, suatu pagi, ia mengajak muridnya itu berjalan-jalan. Sang murid merasa, ia akan mendapatkan pelajaran yang mahapenting dari gurunya. Karena, ia diajak seorang diri. Ia pun makin bersombong diri.

“Apakah Guru akan mengajarkan ilmu memanah paling hebat padaku?” tanyanya pada sang guru.

“Aku akan memberikan pelajaran terpenting, karena itu, bawalah busur terbaik dan panah terbaik milikmu,” jawab sang guru.

Setelah siap semuanya, mereka pun lantas pergi ke hutan. Guru dan murid itu berhenti di sebuah tanah lapang di pinggiran hutan. Saat itu, sang guru kemudian memetik sebuah bunga dan dikaitkan potongan rantingnya pada sebuah pohon.

Ia lantas meminta muridnya untuk mundur beberapa meter jauhnya. Setelah itu, ia berkata. “Wahai muridku, kamu lihat bunga yang aku kaitkan pada batang pohon tadi? Cobalah keluarkan busur dan panah terbaikmu. Bidiklah bunga itu,” ucapnya.

“Ahh.. itu gampang Guru! Dari jarak lebih jauh lagi pun aku bisa mengenainya,” potongnya sombong.

Sang guru hanya tersenyum. Ia lantas mengambil sebuah sapu tangan dari balik bajunya.

“Kamu memang muridku yang paling pandai. Untuk itu, aku ingin mengujimu. Pakailah sapu tangan ini untuk menutupi matamu, dan cobalah memanah sasaran yang kamu anggap gampang tadi,” perintahnya.

Sang murid tersenyum kecut. Ia kaget dengan perintah gurunya. Bagaimana mungkin ia memanah dengan mata tertutup? Tapi, karena ia tak bisa menarik kata-katanya, ia pun hanya menuruti gurunya. Lantas, dengan mata tertutup, ia pun berusaha mengingat-ingat, di mana sasaran itu berada. Ia pun menarik kencang busurnya, dan panah pun melesat jauh.

“Ayo, buka tutup matamu sekarang dan lihat, ke mana panahmu mengarah. Kamu katakan tadi, pasti gampang mengenainya,” perintah sang guru.

Begitu membuka penutup mata, ia melihat anak panahnya melesat sangat jauh dari sasaran. Bukannya mengenai bunga di pohon, tapi justru menancap di pohon yang jauh dari sasaran. Ia pun terlihat kecewa dan malu karena sebelumnya telah menyombongkan diri.

“Kamu lihat, dengan mata tertutup, kamu tak bisa melakukan hal yang kau anggap mudah. Bahkan, panahmu yang biasanya tepat sasaran, kini melenceng jauh. Ingatlah muridku, kemampuanmu itu bukan hanya buah dari kamu rajin berlatih. Tapi, tanpa mata yang awas, jeli, dan pandangan yang tajam, kamu tak akan bisa memanah. Itulah kekuatan dan berkat dari Sang Pencipta yang diberikan kepadamu. Tanpa itu semua, kamu tak berarti apa-apa. Karena itu, syukuri apa yang telah kamu miliki. Jangan jadikan itu sebagai kesombongan,” ujar guru bijak.

Sang murid pun tertunduk malu. Ia lantas berjanji, semua ilmu yang didapat akan digunakan semestinya.

Sahabat, setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihan masing-masing. Namun, semua kelebihan itu pasti ada batasannya. Karena itulah, kita selalu butuh orang lain untuk melengkapinya. Tak ada atlet hebat yang tak dibantu oleh pelatih dan orang-orang hebat di sekelilingnya. Tak ada pengusaha yang sukses tanpa dibantu oleh orang-orang yang mendukungnya. Tak ada pemimpin yang tangguh tanpa ditopang oleh rakyatnya.

Untuk itu, bila kita memiliki kelebihan, jadikan itu sebagai sarana untuk berbagi kebaikan. Layaknya guru, ilmunya justru akan semakin berarti saat ia berbagi ilmu. Dan, dengan kelebihan ilmu itu pula, ia akan menciptakan generasi unggul yang berarti bagi lingkungan sekitarnya. Jangan sebaliknya, menjadikan kelebihan sebagai nilai yang mendatangkan kesombongan. Sebab, keangkuhan hanya akan memicu kejatuhan.

Mari kita maksimalkan segenap potensi kita dengan makin bersyukur pada Sang Mahapencipta. Tanamkan selalu sikap rendah hati. Wujudkan syukur dengan terus berbagi kepada sesama. Dan, jadikan setiap kelebihan dan bakat yang dimiliki sebagai “ladang amal” untuk menyebarkan keberkahan bagi semua. Dengan begitu, setiap keberlimpahan yang kita miliki, akan jauh lebih bermakna.

Salam sukses luar biasa!!

Sumber: http://www.andriewongso.com

Sukses Ala Jack Welch

Pusta Hery Kurnia - Jack Welch

Legenda dari perusahaan General Electric (GE), Jack Welch adalah contoh nyata yang mampu menginspirasi siapa saja. Teladannya di GE yang mampu menggerakkan perusahaan tersebut mencapai puncaknya menjadi legenda hingga kini. Ia memang bukanlah pendiri perusahaan tersebut. Tapi, ia adalah pendobrak sistem kerja dan manajemen di GE, sehingga mampu mengubah perusahaan tersebut dari perusahaan yang “hanya” bernilai puluhan miliar dolar, menjadi ratusan miliar dolar di masa pensiunnya.

Di masa awal ia menjadi CEO (1981), Welch pernah dijuluki “bom neutron”, karena melakukan rasionalisasi pegawai yang sangat besar. Dalam bukunya Jack: Straight From The Gut, ia berkisah bagaimana dirinya mengubah ratusan ribu karyawan untuk mengefisiensikan perusahaan. Sebuah kebijakan yang kontroversial pada masa tersebut. Bahkan, setiap tahun, ia selalu memberhentikan 10% manajer yang memiliki prestasi paling bawah. Tapi, sebaliknya, ia juga memberikan imbalan dan bonus saham bagi 20% manajer teratasnya.

Apa saja kiat sukses yang diterapkannya hingga mampu mengubah GE menjadi demikian luar biasa? Berikut beberapa cuplikan kata-kata motivasi yang menggambarkan inspirasi dan kerja kerasnya…

• “Kendalikan nasibmu sendiri sebelum orang lain yang mengambil alih.”

Welch mengajarkan bagaimana seseorang harus menjadi dirinya sendiri dengan mengeluarkan segenap potensi. Dengan cara itu, orang akan memiliki kekuatan dan bisa mengubah lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu bentuk motivasi Welch sehingga setiap orang didorong untuk memberikan yang terbaik.

• “Jangan mengatur, tapi pimpinlah orang untuk berubah sebelum perubahan terjadi.”

Menjadi pimpinan bukanlah sekadar bertugas untuk mengatur seseorang. Tapi, mengarahkan orang tersebut untuk mampu mengeluarkan potensinya sehingga bisa menghadapi berbagai tantangan dan halangan. Dengan metode kepemimpinan tanpa “menggurui”, Welch berhasil mengubah GE menjadi organisasi dengan orang-orang terbaik yang selalu siap bersaing di mana pun dan kapan pun.

• “Hadapi kenyataan sebagaimana adanya, jangan berpikir seharusnya begini atau seperti itu.”

Welch juga mengajarkan bagaimana seseorang untuk tidak mencari kambing hitam persoalan. Hadapilah apa pun risiko yang terjadi, dan bergeraklah dengan evaluasi yang menyeluruh. Dengan begitu, masalah yang dihadapi dari kenyataan yang terjadi, justru akan jadi pembelajaran ke depan.

• “Kemampuan organisasi untuk belajar dan mengambil langkah untuk mengubahnya jadi tindakan adalah bekal utama dalam menghadapi persaingan yang sangat sengit.”

Dalam era persaingan yang sangat sengit, kemampuan perusahaan untuk belajar dan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor sukses GE di bawah kepemimpinan Welch. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya semangat belajar dan mengubah ilmu yang didapat sebagai tindakan untuk membawa organisasi bergerak lebih cepat dan lebih baik.

• “Saya belajar bahwa kesalahan dapat menjadi guru yang sangat baik, seperti juga kesuksesan.”

Ini adalah nasihat klise yang juga diungkap oleh banyak orang. Namun, di tangan Welch, nasihat ini ibarat “jimat” yang mampu mendorong setiap orang agar tak takut berbuat salah demi memberikan yang terbaik pada perusahaan. Dengan pengertian tentang hal ini, GE mampu berinovasi dan berkembang ke berbagai bidang.

• “Jika kamu tidak memiliki keunggulan kompetitif, maka jangan masuk ke arena kompetisi.”

Welch menekankan pentingnya melihat kemampuan diri sendiri dan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri dengan mengevaluasi ke dalam. Dengan cara ini, ia bisa mendorong karyawannya untuk memiliki nilai lebih pada masing-masing divisi sehingga mampu bergerak lebih maksimal menghadapi berbagai tantangan yang ada.

• “Jika kamu mampu memilih orang tepat yang mampu mengembangkan sendiri ‘sayapnya’ dan memberikan kompensasi yang tepat, maka biasanya, kamu tak perlu mengaturnya.”

Dengan kebijakannya memecat 10% manajer terbawah dan memberikan bonus pada 20% manajer teratas, Welch membuka arena persaingan di dalam GE. Dan, justru itulah yang kemudian mampu mendorong orang untuk saling berlomba memberikan segenap potensinya untuk memajukan perusahaan. Dan, bisa dikatakan, Welch tak perlu lagi mengatur apa yang harus dilakukan para manajernya. Sebab, para manajer tersebut sudah tahu bagaimana menempatkan diri sesuai bidang masing-masing untuk menjadi yang terbaik di GE.

• “Saya adalah seorang pencari bakat. Layaknya tukang kebun, saya memberikan air dan merawat lebih dari 750 orang terbaik kita. Tapi, kadang-kadang, saya harus berupaya menumbuhkan bibit-bibit baru juga…
Meski dikenal tegas dan keras, Welch tak menutup kemungkinan bahwa ia juga harus tetap “mendampingi” benih-benih junior di GE. Sebab, ia tahu persis, semua orang pasti memiliki potensi dan kapabilitas masing-masing. Karena itu, ia selalu melihat dari berbagai segi untuk menjadikan orang-orang terbaik bisa berkembang di perusahaannya.

• “Tim yang memiliki pemain terbaiklah yang akan menang!”

Sudah pasti, apa yang dilakukan Welch bertujuan untuk membentuk budaya kerja yang dinaungi oleh orang-orang terbaik di bidangnya. Karena itu, ia selalu berusaha untuk membentuk tim-tim unggulan untuk menjadi pimpinan di berbagai divisi yang ada di GE. Dengan cara itulah, ia mampu membangun GE makin besar di masanya.

• “Meningkatkan kepercayaan diri orang lain adalah tugas terbaik yang bisa saya lakukan. Sebab, dengan begitu, mereka akan bisa bertindak dengan sendirinya.”

Jack Welch barangkali terlahir sebagai pebisnis sekaligus motivator dan inspirator. Dengan sentuhannya, ia mampu mengubah GE menjadi sangat besar di eranya. Tapi, ia tetap rendah hati dengan mengatakan bahwa ia hanyalah mencoba membiarkan talenta-talenta di bawahnya untuk berkembang dengan kemampuan masing-masing. Kata-katanya secara alami mampu membuat orang selalu terdorong rasa percaya dirinya untuk bisa memberikan yang terbaik dari apa yang mereka bisa dan mampu kerjakan.

Sumber: http://www.andriewongso.com