Meraih Sukses dengan Empat Pilar NLP

Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) ada istilah empat pilar NLP. Empat pilar ini adalah empat hal yang sangat penting jika Anda ingin berhasil menguasai NLP. Namun bagi saya, empat pilar ini lebih dari sekedar syarat dalam NLP, tetapi empat syarat untuk berhasil dalam bidang apa pun. Untuk lebih mudah memahami, perhatikan kisah berikut.

Seorang pemuda berusia 19 tahun berkeinginan kuat untuk menjalankan bisnis makanan. Ia mulai dengan meminjam uang untuk modal. Modal didapat, Ia pun mulai usaha dengan satu gerobak kecil. Orang belum kenal dengan makanan yang ia jual. Sehingga, hanya sedikit keuntungan yang diperoleh. Pernah suatu hari, setelah lelah berjualan Ia ingin menghibur diri dengan membeli makanan di tempat makan dekat gerobaknya. Ternyata harga makanannya lebih mahal dari keuntungan hariannya.

Businessman-and-escalator2

 

Namun, hasrat untuk berhasil pemuda ini sangat kuat. Ia tau, bahwa perlu fokus. Ia pun mengambil keputusan besar untuk keluar dari kuliahnya. Tentangan dari keluarga tidak menyurutkan langkahnya. Ia memodifikasi gerobak, makanan, melakukan perbaikan di sana-sini. Hingga akhirnya hasil mulai terlihat. Tahun pertama, Ia sudah membuka enam cabang baru. Tahun ketiga cabangnya sudah 25. Ingin usahanya berkembang lebih pesat, ia pun mulai mewaralabakan / franchise usahanya ini. Hingga kini, lebih dari 1000 outlet makanannya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ke Asia dan Eropa. Siapa pemuda ini? Namanya Hendy Setiono, pemilik Kebab Turki Baba Rafi.

Perjalanan sukses seperti ini sangat menarik untuk kita baca. Tetapi lebih menarik lagi kalau kita bisa pelajari dan copy paste pada kehidupan kita sehingga kita melihat, mendengar dan merasakan perjalanan sukses itu sendiri. Sekarang mari kita pelajari dari kacamata (NLP).

Ada empat hal penting yang dilakukan Hendy Setiono. Pertama, Ia punya goal, sasaran, outcome yang sangat jelas. Stephen Covey mengatakan “begin with the end in mind”, mulailah dari hasil akhir. Untuk berhasil, mulailah dari melihat sasaran, masa depan, hasil akhir apa yang Anda inginkan. Hendy tahu betul apa yang Ia mau. Ia menginginkan dirinya sukses sebagai penjual, pengusaha makanan. Bukan sukses sebagai mahasiswa, atau karyawan. Outcome ini yang membuat ia mencoba, bergerak, berjuang, gagal dan berhasil.

Kedua, ia punya kepekaan, dalam NLP disebut sensory acuity (kepekaan inderawi). Bagaimana kita peka terhadap situasi diri, orang lain, dan berbagai hal di sekeliling kita. Kepekaan ini membantu Hendy untuk mengetahui di mana posisinya dalam pencapaian sasaran itu. Mengapa ia memutuskan untuk meminjam modal hanya 4 juta saja, mengapa tidak mulai bisnis rumah makan yang modalnya ratusan juta. Karena ia sadar betul posisi dirinya saat itu. Ketika membuka 25 cabang di tahun ketiga, Ia paham ini masih belum cukup cepat, dan ia pun memutuskan menggunakan sistem franchise.

Ketiga, Hendy memiliki fleksibilitas tinggi dalam pencapaian sasaran (behavioral flexiblity). Tung Desem Waringin mengatakan “persisten usahanya, fleksible caranya”. Sasarannya tetap, tidak berubah. Yang berubah adalah cara untuk mencapai sasaran tersebut. Hendy memodifikasi gerobak, cara berbisnis bahkan keluar dari kuliah supaya tujuannya tercapai. Diperlukan fleksiblitas tinggi untuk melakukan ini. Banyak orang ketika dihadapkan pada masalah beralasan “Orang tua saya tidak mengijinkan, kuliah saya tidak mendukung, saya tidak ada modal, saya sudah pernah coba dan tidak berhasil”. Selalu alasan, alasan dan alasan. Padahal kalau mau dicari solusi, pasti ketemu. Asal kita siap menyesuaikan diri untuk solusi tersebut.

Dan keempat, Ia mampu membangun relasi (rapport) dengan konsumen, supplier dan investor. Hingdranata Nikolay, pakar NLP, mengatakan “Kata kunci dari rapport adalah trust, rasa percaya”. Hendy mampu mendapatkan kepercayaan dari konsumen untuk tetap beli. Supplier-supplier pun siap mendukung kelancaran operasional usahanya. Hendy pun mampu mendapatkan rasa percaya dari investor-investor yang ikut mengembangkan outlet Kebab Turki Baba Rafi. Dengan keterampilan mendapatkan trust ini, kesuksesan Hendy menjadi semakin berlipat.

Keyakinan saya, Anda pun bisa menggunakan empat pilar NLP ini untuk sukses dalam bidang apa pun. Saya tidak akan menceritakan bahwa ada ratusan ribu atau jutaan orang lain yang sukses melalui empat pilar NLP ini. Entah Anda sebagai pengajar, salesman, manager pabrik, pengusaha, bahkan operator mesin, saya sepenuhnya yakin …

Jika Anda punya outcome yang jelas, kepekaan inderawi, fleksible dan mampu membangun rapport, Anda akan mencapai kesuksesan yang jauh lebih besar.

 

Salam dahsyat!

Pusta Hery Kurnia
Certified NLP Trainer & Professional Coach
https://pustaherykurnia.wordpress.com/
081211668421

Bukan Warnanya, Tapi Isinya

Beberapa waktu lalu saya melihat tayangan TV Mario Teguh Golden Ways (sekarang sudah jadi Mario Teguh Super Show). Ada seorang yang bertanya kepada pak Mario “Pak, seringkali saya tidak yakin apakah saya bisa sukses. Setiap kali saya melakukan sesuatu, seolah-olah ada yang mengekang saya dan mengatakan bahwa saya tidak akan berhasil. Apakah ini karena orang tua saya yang sejak kecil mengatakan bahwa saya anak yang bodoh?”

Sahabat, banyak orang ingin berhasil dalam hidupnya. Tetapi dalam perjalanan meraih sukses, seringkali mereka dihadapkan pada berbagai peristiwa, situasi, tantangan, yang akhirnya mengendurkan keyakinan diri akan kesuksesan.

Latar belakang ekonomi yang tidak mendukung, latar belakang pendidikan yang buruk, kegagalan saat sedang berusaha, pengalaman masa lalu yang mengganggu, membuat banyak orang lupa bahwa mereka punya hak untuk sukses.

Sering sekali saya dengar orang bilang “saya masih terlalu muda, saya terlalu tua, saya hanya lulusan SMA, saya orang kampung, saya punya sakit tertentu…”

Padahal, bukan latar belakang seseorang yang menentukan dia berhasil atau tidak. Tetapi lebih karena hasrat berhasil, karakter dan sikap mental juara yang terbentuk dalam dirinya. Bukan warnanya, tapi isinya.

Pusta Hery Kurnia - Balon Gas

Di salah satu taman di Amerika, tampaklah seorang penjual balon gas. Ia menjual balon gas berwarna warni, hijau, merah, biru, kuning, putih, dan hitam. Penjual balon ini cerdik. Ketika tidak ada pembeli, ia menerbangkan beberapa balonnya: merah dan biru. Beberapa anak di taman mulai melihat dan berlarian mendatangi penjual balon. Ketika mulai sepi pembeli, penjual balon mulai melepaskan balon yang lain lagi. Kali ini balon warna kuning dan putih. Anak-anak yang sedang bermain di taman pun melihat dan menarik orang tuanya untuk membeli balon tersebut. Begitu seterusnya.

Penjual balon tidak sadar, dari awal dia menerbangkan balon ada seorang anak kecil yang memperhatikan. Anak kulit hitam. Anak ini mendekati penjual dan bertanya “Bu, dari tadi saya perhatikan. Ibu hanya menerbangkan balon yang berwarna merah, biru, kuning atau putih. Tetapi tidak sekalipun menerbangkan balon warna hitam. Kenapa bu?” Pada saat itu, orang kulit hitam masih dipandang sebagai orang terbelakang. Si penjual balon menatap anak itu dan tersenyum. Ia membungkukkan badannya, memegang bahu anak tersebut dan berkata “Nak, balon ini terbang bukan karena warnanya. Tetapi karena isinya”.

Sahabat, Anda bisa terbang, Anda bisa sukses bukan karena warna Anda. Bukan karena latar belakang keluarga, ekonomi, pendidikan atau yang lain. Anda bisa sukses. Anda bisa terbang meraih impian Anda karena isi Anda. Hasrat berhasil, karakter dan sikap mental juara yang ada dalam diri Anda. Itu yang akan mendorong Anda meraih keberhasilan. Dan Anda pasti punya itu. Yakinlah dengan diri Anda.

Bukan warnanya, tapi isinya. Apapun latar belakang Anda, Anda pasti bisa berhasil.

Perlu bukti?

Pusta Hery Kurnia - Lionel Messi

Lionel Messi, dari kecil memiliki kelainan sel yang membatasi tinggi tubuhnya. Sekarang, peraih empat kali gelar pemain terbaik dunia. Oprah Winfrey, berasal dari keluarga miskin dan broken home, mendapat perlakuan tidak pantas dan pemerkosaan sewaktu kecil, sekarang salah satu pembawa acara paling mahal di dunia. Warren Buffett, masa mudanya dipenuhi ketakutan berbicara di depan orang, dia bilang “melamar istri saya saja saya tidak berani”, sekarang salah satu orang terkaya di dunia, pembicara ahli dalam bidang investasi. Contoh dari Indonesia: Mahmudi Fukumoto, lulusan SMA, mantan kuli dan kerja serabutan, sekarang CEO Keihin Group, sebuah perusahaan kontraktor dan bisnis lainnya di jepang. Inul Daratista, penyanyi dangdut dari kampung ke kampung, sekarang salah satu artis dangdut paling terkenal di Indonesia, pemilik jaringan bisnis karaoke yang sangat besar.

Sahabat, apakah orang-orang ini berasal dari latar belakang yang luar biasa? Sempurna? Tentu tidak! Mereka punya masa lalu yang sangat sulit. Tetapi itu tidak menghentikan mereka. Ini yang beda. Orang-orang juara paham betul, bahwa bukan masa lalu yang menentukan keberhasilan mereka. Tetapi keyakinan, keinginan untuk berhasil dan merubah keadaan lah yang jadi penentunya.

Bukan warnanya, tapi isinya.

Apapun latar belakang Anda, kalau Anda punya keyakinan, karakter dan sikap mental juara dalam diri. Anda pasti bisa!

Arnold Schwarzenegger, dari Anak Desa hingga Aktor dan Binaraga

Pusta Hery Kurnia - Arnold Schwarzenegger

Siapa di antara Anda yang tidak kenal Arnold Schwarzenegger? Binaraga, gubernur, dan aktor pemeran utama dalam film Terminator. Saya yakin Anda semua setidaknya pernah dengar tentang Arnold. Tetapi, apakah Anda tahu bagaimana ia berjuang meraih semua kesuksesannya itu?

Kisah ini saya ambil dari buku Giant Leap to Success karya Petrus Hartono. Arnold lahir di sebuah kota kecil bernama Graz di Austria. Ayahnya seorang polisi desa yang hidup pas-pasan. Dari kecil dia tinggal di rumah yang tidak ada air, telepon atau kulkas sampai usia empat belas tahun. Meskipun tinggal dan besar di daerah kecil, Arnold selalu punya impian yang besar. Dia selalu mengatakan “Saya ingin ikut ambil bagian dalam hal-hal yang besar, impian yang besar, gedung pencakar langit yang tinggi, uang yang banyak serta tindakan yang besar”.

Suatu ketika Arnold memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat. Awalnya, ia mulai berlatih angkat besi di sebuah gedung olah raga milik tim sepak bola local. Namun ia begitu terkesan setelah melihat orang-orang yang mampu mengangkat besi berates-ratus kilogram dalam sekali angkat dibandingkan dengan apa yang dia lihat di lapangan sepak bola. Sejak itu, Arnold memutuskan untuk mengikuti program bina raga dan dia terus menerus berlatih angkat besi dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Hingga di usia lima belas tahun, Arnold memiliki impian bisa meraih gelar “Mr Universe”. Arnold begitu yakin bahwa kelak dia bisa memenangkan gelar tersebut sehingga ia terus berlatih keras membentuk otot-otot tubuhnya selama lima jam sehari.

Pusta Hery Kurnia - Arnold Schwarzenegger2

Kerja keras Arnold mulai mendatangkan hasil, ketika dia mengikuti kejuaraan “Mr Eropa Junior”, Arnold keluar sebagai juara. Kemudian di usia dua puluh lima tahun, Arnold sukses mewujudkan impian besarnya meraih gelar “Mr Universe” dan merupakan pria termuda yang pernah memenangkan gelar tersebut. Tahun berikutnya, Arnold ke Amerika, lantas dalam waktu dua tahun, di luar dugaan, dia sukses memenangkan tiga gelar bina raga sekaligus yaitu gelar “Mr Universe”, “Mr World” dan “Mr Olympia”.

Kalau Anda perhatikan, minimal ada tiga kunci keberhasilan dalam kisah hidup Arnold Schwarzenegger: mimpi, keyakinan dan tindakan.

Meskipun dalam kondisi susah, Arnold berani bermimpi besar: menjadi Mr Universe. Mimpi ini mulai memberikan arah yang jelas bagi Arnold. Seperti apa masa depannya nanti serta apa yang harus ia kerjakan untuk memperoleh masa depan tersebut. Mimpi saja tidak cukup. Seseorang harus punya keyakinan yang besar agar mimpi ini mulai dikerjakan. Arnold begitu yakin bahwa suatu nanti dia pasti mampu meraih gelar Mr Universe. Dengan modal keyakinan ini, dia mulai mengambil tindakan untuk berlatih secara konsisten. Dan faktor terakhir inilah, tindakan yang membedakan dia dengan pria-pria lain yang hanya bermimpi memiliki badan bagus dan memenangi Mr Universe. Arnold benar-benar mengambil tindakan. Bukan sekali, dua kali, atau tiga kali. Tetapi terus menerus secara konsisten sampai akhirnya ia berhasil.

Sahabat, berani bermimpi, yakin, dan action ambil tindakan. Lakukan ini dan saya yakin, Anda pun akan memperoleh kesuksesan berlimpah dalam karir dan usaha Anda.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Abdul Syukur, Tukang Becak Tua Penambal Jalan

Pusta Hery Kurnia - Abdul Syukur

Di tengah kehidupan masyarakat kota yang padat akan kesibukan dan cenderung individualis, ternyata masih ada orang yang begitu tinggi kepeduliannya terhadap lingkungan dan juga kepentingan orang lain. Adalah seorang tukang becak di Surabaya yang berhasil menarik perhatian kita semua, karena sosoknya yang sangat sederhana dan berhati mulia.

Abdul Syukur namanya. Bapak tua kelahiran tahun 1950 ini sedang hangat dibicarakan. Pak Tuwek atau Pak Dul, demikian panggilannya, bekerja sebagai tukang becak. Biasanya ia mangkal di depan ITC Surabaya. Pendapatannya  Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu saat ramai, namun jika sepi, sehari ia hanya mengantongi Rp 12 ribu. Bisa dikatakan, pendapatannya tidaklah seberapa. Tapi dia menjalani kesehariannya itu dengan penuh syukur dan keikhlasan.

Usia tua, tidak membuatnya rapuh. Kebiasaannya setelah menarik becak, pada pukul 21.00, dia menambal jalan berlubang yang menurutnya bisa mencelakakan orang. Hanya dengan berbekal palu ukuran sedang, Pak Dul memukuli batu-batu besar yang diangkutnya menjadi pecahan yang lebih kecil untuk menutupi lubang.

Pak Dul yang bekerja sebagai tukang becak sejak 1968 itu mengatakan, dirinya sering mendapatkan ucapan serta tanda terima kasih dari warga sekitar. Tapi, tidak jarang juga ada yang menganggapnya “gila”—karena menurut mereka, untuk apa mengerjakan sesuatu yang memakan waktu dan tenaga, namun tidak menghasilkan uang? Ya, Pak Dul mengerjakan itu semua tanpa disuruh, dan tanpa dibayar oleh siapapun. Motifnya sangat sederhana, Pak Dul mengatakan jika tidak mampu bersedekah dengan harta, dirinya ingin bersedekah dengan tenaga atau apa saja yang bisa dilakukannya. Sungguh alasan yang sangat mulia.

Pak Dul tidak pernah membayangkan, bahwa pekerjaan menambal jalan berlubang yang biasa dia lakukan dengan sepenuh hati dan tanpa mengharapkan pamrih dari siapapun akan menjadi sorotan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut mengapresiasi tindakan mulia salah satu warganya ini, dengan mengundang Pak Dul untuk silaturahmi ke rumah dinasnya pada hari Kamis (14/5). Dalam kesempatan tersebut Bu Risma menawari memperbaiki tempat tinggal Pak Dul, serta menawari pekerjaan menjadi satgas di Dinas PU Surabaya. Namun Pak Dul menolak secara halus. Prinsipnya, tindakannya itu dilakukan dengan sukarela.

”Saya niatnya ya ikhlas. Tapi, kalau dikasih ya dianggap rezeki. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Meski sudah diminta untuk berhenti melakukan kegiatannya menambal jalan yang berlubang, Pak Dul tetap bersikeras. Dia akan terus melakukannya karena itu adalah salah satu bentuk pengabdiannya sebagai warga Surabaya.

Cerita nyata dari sosok Pak Dul sungguh pantas dijadikan teladan. Dalam kesederhanaannya, dia tidak lupa untuk tetap peduli akan lingkungan dan kepentingan keselamatan orang lain. Dan yang lebih utamanya lagi, semua itu dia lakukan atas dasar ketulusan hati, dan tidak mengharap pamrih.

Luar Biasa!

Sumber: http://www.andriewongso.com

Sukses Ala Jack Welch

Pusta Hery Kurnia - Jack Welch

Legenda dari perusahaan General Electric (GE), Jack Welch adalah contoh nyata yang mampu menginspirasi siapa saja. Teladannya di GE yang mampu menggerakkan perusahaan tersebut mencapai puncaknya menjadi legenda hingga kini. Ia memang bukanlah pendiri perusahaan tersebut. Tapi, ia adalah pendobrak sistem kerja dan manajemen di GE, sehingga mampu mengubah perusahaan tersebut dari perusahaan yang “hanya” bernilai puluhan miliar dolar, menjadi ratusan miliar dolar di masa pensiunnya.

Di masa awal ia menjadi CEO (1981), Welch pernah dijuluki “bom neutron”, karena melakukan rasionalisasi pegawai yang sangat besar. Dalam bukunya Jack: Straight From The Gut, ia berkisah bagaimana dirinya mengubah ratusan ribu karyawan untuk mengefisiensikan perusahaan. Sebuah kebijakan yang kontroversial pada masa tersebut. Bahkan, setiap tahun, ia selalu memberhentikan 10% manajer yang memiliki prestasi paling bawah. Tapi, sebaliknya, ia juga memberikan imbalan dan bonus saham bagi 20% manajer teratasnya.

Apa saja kiat sukses yang diterapkannya hingga mampu mengubah GE menjadi demikian luar biasa? Berikut beberapa cuplikan kata-kata motivasi yang menggambarkan inspirasi dan kerja kerasnya…

• “Kendalikan nasibmu sendiri sebelum orang lain yang mengambil alih.”

Welch mengajarkan bagaimana seseorang harus menjadi dirinya sendiri dengan mengeluarkan segenap potensi. Dengan cara itu, orang akan memiliki kekuatan dan bisa mengubah lingkungan sekitarnya. Inilah salah satu bentuk motivasi Welch sehingga setiap orang didorong untuk memberikan yang terbaik.

• “Jangan mengatur, tapi pimpinlah orang untuk berubah sebelum perubahan terjadi.”

Menjadi pimpinan bukanlah sekadar bertugas untuk mengatur seseorang. Tapi, mengarahkan orang tersebut untuk mampu mengeluarkan potensinya sehingga bisa menghadapi berbagai tantangan dan halangan. Dengan metode kepemimpinan tanpa “menggurui”, Welch berhasil mengubah GE menjadi organisasi dengan orang-orang terbaik yang selalu siap bersaing di mana pun dan kapan pun.

• “Hadapi kenyataan sebagaimana adanya, jangan berpikir seharusnya begini atau seperti itu.”

Welch juga mengajarkan bagaimana seseorang untuk tidak mencari kambing hitam persoalan. Hadapilah apa pun risiko yang terjadi, dan bergeraklah dengan evaluasi yang menyeluruh. Dengan begitu, masalah yang dihadapi dari kenyataan yang terjadi, justru akan jadi pembelajaran ke depan.

• “Kemampuan organisasi untuk belajar dan mengambil langkah untuk mengubahnya jadi tindakan adalah bekal utama dalam menghadapi persaingan yang sangat sengit.”

Dalam era persaingan yang sangat sengit, kemampuan perusahaan untuk belajar dan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor sukses GE di bawah kepemimpinan Welch. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya semangat belajar dan mengubah ilmu yang didapat sebagai tindakan untuk membawa organisasi bergerak lebih cepat dan lebih baik.

• “Saya belajar bahwa kesalahan dapat menjadi guru yang sangat baik, seperti juga kesuksesan.”

Ini adalah nasihat klise yang juga diungkap oleh banyak orang. Namun, di tangan Welch, nasihat ini ibarat “jimat” yang mampu mendorong setiap orang agar tak takut berbuat salah demi memberikan yang terbaik pada perusahaan. Dengan pengertian tentang hal ini, GE mampu berinovasi dan berkembang ke berbagai bidang.

• “Jika kamu tidak memiliki keunggulan kompetitif, maka jangan masuk ke arena kompetisi.”

Welch menekankan pentingnya melihat kemampuan diri sendiri dan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri dengan mengevaluasi ke dalam. Dengan cara ini, ia bisa mendorong karyawannya untuk memiliki nilai lebih pada masing-masing divisi sehingga mampu bergerak lebih maksimal menghadapi berbagai tantangan yang ada.

• “Jika kamu mampu memilih orang tepat yang mampu mengembangkan sendiri ‘sayapnya’ dan memberikan kompensasi yang tepat, maka biasanya, kamu tak perlu mengaturnya.”

Dengan kebijakannya memecat 10% manajer terbawah dan memberikan bonus pada 20% manajer teratas, Welch membuka arena persaingan di dalam GE. Dan, justru itulah yang kemudian mampu mendorong orang untuk saling berlomba memberikan segenap potensinya untuk memajukan perusahaan. Dan, bisa dikatakan, Welch tak perlu lagi mengatur apa yang harus dilakukan para manajernya. Sebab, para manajer tersebut sudah tahu bagaimana menempatkan diri sesuai bidang masing-masing untuk menjadi yang terbaik di GE.

• “Saya adalah seorang pencari bakat. Layaknya tukang kebun, saya memberikan air dan merawat lebih dari 750 orang terbaik kita. Tapi, kadang-kadang, saya harus berupaya menumbuhkan bibit-bibit baru juga…
Meski dikenal tegas dan keras, Welch tak menutup kemungkinan bahwa ia juga harus tetap “mendampingi” benih-benih junior di GE. Sebab, ia tahu persis, semua orang pasti memiliki potensi dan kapabilitas masing-masing. Karena itu, ia selalu melihat dari berbagai segi untuk menjadikan orang-orang terbaik bisa berkembang di perusahaannya.

• “Tim yang memiliki pemain terbaiklah yang akan menang!”

Sudah pasti, apa yang dilakukan Welch bertujuan untuk membentuk budaya kerja yang dinaungi oleh orang-orang terbaik di bidangnya. Karena itu, ia selalu berusaha untuk membentuk tim-tim unggulan untuk menjadi pimpinan di berbagai divisi yang ada di GE. Dengan cara itulah, ia mampu membangun GE makin besar di masanya.

• “Meningkatkan kepercayaan diri orang lain adalah tugas terbaik yang bisa saya lakukan. Sebab, dengan begitu, mereka akan bisa bertindak dengan sendirinya.”

Jack Welch barangkali terlahir sebagai pebisnis sekaligus motivator dan inspirator. Dengan sentuhannya, ia mampu mengubah GE menjadi sangat besar di eranya. Tapi, ia tetap rendah hati dengan mengatakan bahwa ia hanyalah mencoba membiarkan talenta-talenta di bawahnya untuk berkembang dengan kemampuan masing-masing. Kata-katanya secara alami mampu membuat orang selalu terdorong rasa percaya dirinya untuk bisa memberikan yang terbaik dari apa yang mereka bisa dan mampu kerjakan.

Sumber: http://www.andriewongso.com

 

7 Karakter Pemimpin Besar

Pusta Hery Kurnia - Personality Traits of a Great Leader

Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang bisa menarik orang-orang berkualitas, kuncinya adalah Anda sendiri harus menjadi orang yang berkualitas terlebih dahulu. Kepemimpinan adalah kemampuan menarik seseorang pada sesuatu yang Anda tawarkan sebagai pemilik perusahaan, manager, atau sebagai orang tua. Jim Rohn, seorang pakar motivasi, menyebut kepemimpinan sebagai tantangan yang besar dalam hidup.

Untuk jadi pemimpin, Anda perlu terus mengasah keterampilan. Semua pemimpin besar terus mengembangkan dirinya sampai menjadi efektif. Berikut beberapa caranya:

  1. Belajar menjadi kuat, tetapi bukan kasar. Anda perlu keluar dari zona nyaman Anda untuk menjadi pemimpin yang lebih kuat dan mampu menyelesaikan permasalahan. Beberapa orang salah memahami kata “kuat” dan mengartikannya sebagai bertindak “kasar”. Kuat itu bukan berarti kasar. Bahkan, kuat itu sama sekali bukan kasar.
  2. Belajar bersikap ramah, tetapi bukan lemah. Jangan salah tafsirkan keramahan sebagai kelemahan. Keramahan tidak lemah. Bersikap ramah merupakan salah satu kekuatan pemimpin. Kita perlu bersikap ramah terhadap orang-orang di dalam atau di luar tim. Kita perlu bersikap seramah mungkin saat menceritakan kebenaran pada orang. Kita perlu bersikap ramah dan memperhatikan kepentingan orang lain.
  3. Belajar bersikap yakin, bukan pura-pura berani. Perlu keyakinan untuk mencapai keberhasilan. Untuk mendapatkan pengaruh, Anda harus berjalan di depan tim Anda. Anda harus berani dan mau mengambil kesempatan pertama, mengatasi masalah pertama, menemukan tanda-tanda awal masalah.
  4. Belajar bersikap rendah hati, bukan malu. Anda tidak bisa mencapai sasaran dengan bersikap malu-malu. Rendah hati akan membuat Anda mengambil tindakan, di waktu yang sama Anda mendapatkan respek dari orang. Sedangkan rasa malu akan menghentikan Anda mengambil berbagai tindakan penting, sekaligus Anda akan kehilangan respek. Rendah hati, bukan malu.
  5. Miliki rasa bangga, bukan arogansi. Pemimpin yang berhasil memiliki rasa bangga. Rasa bangga diperlukan untuk membangun ambisi dan keinginan. Rasa bangga dibutuhkan dalam komunitas. Rasa bangga diperlukan untuk mencapai sasaran. Tetapi, kunci menjadi pemimpin besar adalah memiliki rasa bangga tanpa menjadi sombong/arogan. Rasa sombong yang paling buruk adalah kesombongan dari ketidak tahuan. Yaitu ketika Anda tidak tahu yang Anda tidak tahu. Jika seseorang pintar dan sombong, mungkin kita bisa mengerti. Tetapi jika seseorang tidak tahu apa-apa sekaligus dia sombong, ini parah namanya.
  6. Kembangkan rasa humor tanpa mempermalukan diri. Ini sangat penting bagi pemimpin. Orang yang tertawa bersama Anda berarti mereka merasa nyaman berada bersama Anda. Orang yang merasa nyaman akan jauh lebih mudah dipimpin. Tetapi sekali lagi, jangan melakukan humor berlebihan hingga mempermalukan diri Anda.
  7. Terakhir, hadapi kenyataan. Hadapi kenyataan. Terima kehidupan dengan ikhlas. Kehidupan itu unik. Keterampilan yang bermanfaat bagi satu pemimpin belum tentu cocok bagi pemimpin yang lain. Namun, keterampilan dasar kepemimpinan selalu bisa disesuaikan bagi siapa saja: di pekerjaan, di masyarakat, dan di rumah.