REFRAMING, Seni Mengubah Makna

Kemarin saya menonton sebuah film berjudul Thank You for Smoking. Sebuah film yang mengisahkan Nick Naylor, seorang ahli lobi dari perusahaan rokPusta Hery Kurnia - Thank You for Smoking.jpgok. Sebagai pelobi, Nick sangat mahir mengarahkan orang untuk melihat sisi positif dari rokok. Dalam satu adegan Ia disudutkan dengan betapa bahayanya merokok. Merokok dapat menyebabkan kematian. Tetapi Nick justru mengatakan “untuk apa kita berdebat tentang rokok. Sedangkan pembunuh nomor satu di Negara ini bukanlah rokok. Pembunuh nomor satu adalah kolesterol.. Dengan cara ini Nick mengubah sudut pandang orang. Ternyata rokok tidak lebih berbahaya dari kolesterol.

Teknik yang digunakan Nick, dalam NLP disebut reframing. Membingkai ulang suatu hal, melihat dari sudut pandang berbeda, sehingga memiliki makna yang berbeda. Pada dasarnya manusia adalah makhluk makna. Segala sesuatu baru berarti ketika manusia menempatkan makna pada hal tersebut. Kita bisa mengubah makna tersebut dengan memberikan konteks atau bingkai yang berbeda.

Saya sering bertanya kepada peserta di kelas “Menurut Anda, kura-kura cepat atau lambat?” Mayoritas peserta akan menjawab lambat. Kemudian saya berkata “Kalau di dalam air?” Serentak mereka menjawab “Cepaattt”. “Jadi, kura-kura cepat atau lambat?” tanya saya lagi. Mereka mulai mengerti “tergantung di mana tempatnya pak”. Ini juga reframing. Anda lihat dari sudut pandang yang mana.

Dengan reframing, kita bisa mengajak orang lain untuk mengambil makna berbeda dari satu hal yang sama. Sebagai contoh, kemacetan. Apa yang Anda pikirkan tentang macet? Pusing, malas, tidak menyenangkan, mengganggu, dan hal-hal negative lainnya.

Coba sekarang, dapatkah Anda menemukan bingkai, sudut pandang, arti berbeda dari kemacetan ini?

Ya, bagus sekali. Anda akan menemukan makna yang lebih positif dari macet. Misalnya: Anda bisa ngobrol lebih lama dengan rekan bisnis Anda di mobil, bisa mendengarkan CD terbaru yang Anda beli, atau bisa punya waktu privat sendiri dalam mobil Anda. Salah seorang peserta bahkan mengatakan “Justru macet itu bagus. Macet itu seringkali karena banyak truk besar di jalan. Truk besar ini kan keluar dari pabrik hendak mendistribusikan produk. Artinya produk pabrik itu laku terjual. Roda ekonomi di pabrik itu berputar terus. Semakin banyak truk menunjukkan semakin banyak pabrik yang berhasil menjual produknya. Dengan kata lain, macet menunjukkan ekonomi kita sedang bergerak. Justru macet itu bagus”.

Wow.. Luar biasa ya. Dengan melakukan reframing, kita bisa melihat dari sudut pandang berbeda dan mendapat makna yang berbeda sesuai tujuan kita.

Jadi, jika Anda ingin jadi ahli dalam mengubah makna, kuasailah teknik reframing ini mulai dari sekarang.

Salam dahsyat!

Pusta Hery Kurnia
Certified NLP Trainer, Professional Coach

Advertisements